









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… melihat angka-angka penjualan kemudian dikaitkan dengan banderol harga motor … dapat ditarik beberapa kesimpulan …!!! Pertama kemampuan daya beli konsumen sangat dipengaruhi oleh harga sebuah motor… dan tentu ini sangat terkait dengan income percapita masyarakat Indonesia …!!! Sering kali pabrikan salah melakukan prediksi… berharap market domestik akan menyerap malah akhirnya kekecewaan yang muncul …!!!
Dari pengamatan juragan,… terlihat jika suatu motor dibanderol seharga diatas Rp. 40 jeti… maka jika product tersebut global… lebih menguntungkan dilakukan ekspor product tersebut dibandingkan dipasarkan pada market domestik …!!! Lihat saza contoh Yamaha XMax 250 yang dibanderol sekitar Rp. 55 jeti… ternyata jika diekspor tembus diatas 2 rebu unit… sedangkan market lokal sekitar 60% dibandingkan ekspor …!!! Demikian juga case misalnya Yamaha MT-25 … terlihat lebih menjanjikan market ekspor dibandingkan market global …!!!
Lain misalnya kalau harganya dibawah Rp. 40 jeti… misalnya saza Yamaha R15 ataupun Yamaha NMax… terlihat market domestik masih lebih gurih dibandingkan ekspor …!!! Naagh kesalahan terjadi ketika banderol sebuah motor tinggi sekali misalnya diatas Rp. 50 jeti… namun dipasarkan hanya market domestik ….!!! Tentu akan lama untuk Break Even Point (BEP) … lha wong income percapita Indonesia sekitar USD 3600 … tentu terbatas untuk dapat mengkonsumsi product tersebut …!!! Last,… ke depan mungkin pabrikan akan lebih jeli lageee… akan ditujukan ke market ekspor atau domestik …!!! Ciaooo 😀
kenapa cbr250rr gak diekspor gus ? Kalau product bagus harusnya bisa diekspor ??
wah mas rahmat, ini sangat tergantung kebijakan baik kebijakan pabrikan di indonesia maupun di jepang sono. no comment deegh 😀
bukan kebijakan jepang, tapi belom lulus euro4 mangkanya gabisa ekspor
Seandainya pricing dan market untuk domestik serta ekspor pada kondisi sama masih seblas dua belas, namun dengan market domestik yang ” mengkeret” ekspor jauh lebih menguntungkan. Setuju dengan kesimpulan juragan tri.
Ada sedikit perbedaan antara ekspor dengan domestik, salah satu syarat ekapor adalah punya buyer. Inilh juga keuntungan ekspor, yg pasti ada uang ada barang. Bisa xash ato LC. Yg pasti jaminan pembayaran lebih baik sehingga cash flow perusahaan lebih “anteng”. Strategi seperti ini sdh terbukti di tempat saya cari makan. Cargo ekspor 2017 sold out di awal semester kedua 2107 bahkan cargo ekspor kuartal satu 2018 juga sdh sold out.
Dan mudah2an banyak perush yg mampu menembus market ekspor biar negara kita suplus neraca perdgangannya. Amin
Ohh ngunuu
http://bikermendowan.id/2017/12/22/video-honda-crf-ambrol-mrotoli-terbelah-jadi-dua/
Ya keduanya harus digarap serius karena potensi sukses masih cukup besar
http://www.pelosokinfo.com/nmax-facelift-cukupkah-untuk-menyambut-pcx-lokal/
katanya sport 250cc yg itu kagak lulus uji euro mas, tp kok gak ada beritanya di blogger kondang yak? cuma blog pinggiran yg bahas, termasuk itu matic galon in…
HAHAHAHHAHAHA