









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… satu species motor yang tidak bisa dipandang sebelah mata adalah Honda Scoopy …!!! Yup,… bagaimana tidak… jika di tahun 2013 (5 tahun lalu), …penjualan skutik retro ini sekitar 16 rebu unit/bulan … terus merangkak naik… dan di tahun 2017 sudah mencapai 51 rebu unit/bulan …. so sudah hampir naik 3 kali lipaaaat… ruaaar biasaaa …!!! Naaagh apa yang terjadi di bulan Januari 2018 ini …??? Ternyata penjualan skutik retro Honda ini… di bulan Januari 2018 mencapai 69.586 unit …. artinya diatas rata-rata tahun 2017 … atau sudah mencapai 4 kali lipat dibandingkan tahun 2013 …!!!
Nguaciiiir tenan thooo …??? Kemana kompetitor … mungkin pembaca bertanya …??? Yup,… berbicara kompetitor cuma satu yaitu Yamaha Fino … dan belum bisa menjawab akan tantangan …!!! Bisa dikatakan pabrikan Yamaha belum ‘serius’ menggarap skutik retro ini …!!! Beda banget dengan segment skutik 150cc… disitu pabrikan garpu tala ada Yamaha NMax dan Yamaha Aerox untuk mengeroyok Honda Vario 150 …!!! Namun di segment retro kemana jurus keroyokan pabrikan Yamaha tersebut …???
Apakah pabrikan Yamaha akan diam saza … dan menutup mata …??? Mungkin tidak… hanya menunggu waktu… soalnya pabrikan garpu tala… punya banyak jagoan di segment retro ini …!! Sebut saza ada 3 (tiga) kandidat kuat… ntaaagh apa yang terjadi jika 3 (tiga) skutik ini masuk ke Indonesia …!!! Ada Yamaha Janus, Yamaha Grande, dan Yamaha Aeruzo … dan jika keroyokan abis-abisan gini… yooo iso mawuuut… market retro skutik ini …!!! Last,… sekarang tinggal siapa yang bisa memanfaatkan momentum… dan ujung-ujungnya konsumen punya pilihan… ya thooo …??? 😀
Pertamax di blog paling fenomenal se semesta raya..
Hahahaha… Blog anti transfer transfer an apalagi amplop muehehehee
segment entry level kayaknya agak susah, konsumen kebanyakan masih brand H minded
Share penjulan scoopy tmbah bnyak setelah facelift dan dipasang ban gambot.
Desain Fino terlalu maskulin/sporty kurang retronya, sehingga berat jika melawan scoopy.
Heran guweh. Desain jelek, ISS gak guna, plastik body bergetaran, tarikan ngempos, masih ada aja yang beli. Segoblok itukah konsumennya?
Ngoahaha….
Desain itu selera , daya tarik scoopy ada d desainnya yg imut n menggemaskan, kebanyakan indener jga cewek, bahkan temen ane cewek sampe rela nunggu 3 bulan bwt pke nih motor
Sedangkan fino gak masuk kmn2, sporty jga gak, retro jga gak, tanggung, ban jga cungkring gakda kesan imutnya, gak berdaya lawan scoopy
Yamaha gloriousnya aja d produksi masal, final produk d sesuaikan, pasang mesin lexi
Pasang harga d 20jutaan
Nilai orang dr motor yg dia beli,aneeeh
Gak usah gitu mas.. santai aja.. mereka (konsumen) nggak cuma aetahun atau dua tahun menggunakan motor tetapi sudah lama memakai motor, tentunya sdh paham mana motor yg terbukti awet, irit dan mudah perawatannya..dan pasar yg berbicara bahwa ternyata scoopy lebih diterima pasar dibanding rivalnya..
Jangan ngejar retro tp futuristik.. QBIX oke kayak nya….
Pertanda market sudah jenuh dengan model skutik sejenis Mio Beat Vario, perlahan beralih ke model Scoopy retro & Aerox sporty.
I want Qbix..
Btw gk swngaja dl ngbrol sm orang ymh yg punya jabatan.. iseng2 tnya kpn Qbix dan Smax masuk Indonesia?
Eh dijawab santai, taon depan kalo jadi dimasukin.. (ini pas ngbrol pertengahan thn 2017). Mudah2an goal nih, aamiinn
Btw dirumah motor honda sm suzuki semua brooo.. ymh udah kejual semua, trkhir mio sporty dan nouvo z.
Ditunggu mbah
http://bikermendowan.id/2018/02/17/gendeng-ahm-kecolongan-pake-knalpot-akrapovic-palsu-di-launching-pcx/
Haha….kawulll…kawull…abal abal knalpot e….
Scoopy fi memang tapi akan lebih top lagi kalau velgnya made in indonesia alias pakai vendor anak negeri sendiri bukan made in china seperti skrg.
Salut buat YAMAHA INDONESIA yg mampu bikin produk global pakai vendor anak negeri
mosok thooo bikinan negeri cino …??? yang beneeer… 😀
mohon maaf, sekitar 20 unit scoopy 12″ punya para tetangga-tetangga saya yg saya periksa lamgsung(asli cuma mau melihat buatan mna velg nya), semua velgny pke MERK PAKO MADE IN INDONESIA
Yang warna silver mayoritas made in china vendor nya zsw kalo gak salah.pelek suzi smash pernah tuh pake zsw tp embossnya excel
Warna hitam made in indonesia vendornya PAKO
coba Yamaha Vino Classic (tambah boncenger, size digedein)
mesin lexy
ban 13″
atau sekalian yg nyeleneh: Yamaha QBIX
dg mesin lexy
ban 12″ sudah ok
atau yg paling gampang: Fino Grande pakai mesin lexy dan ban 13″ lebar
menurut saya ymha bukan belum serius d kelas ini, tpi strateginya kurang tepat(atau tertinggal 1 langkah),…. acra “new yamha fino ban lebar tubeless” yg d adakan d beberapa adlh bukti ymha sudah serius d segmen ini, hanya saja strateginy kurang bagus
Lets bukannya masih ada ya om?
Skupi 12 inch ncen bikin ngiler cakkkk
ayolah Yamaha Grande keluarkan…
Yamaha harusnya rubah fino jd motor retro ala eropa jangan retro ala thai
Rada sulit sih yamaha klo mau nggeser scoopy sekarang
http://internetbermanfaat.com/kisah-penjualan-saham-voc-perusahaan-pertama-yang-melantai-di-bursa-saham/
http://internetbermanfaat.com/salah-kaprah-memahami-urbanisasi-mengapa-sebaiknya-kita-tidak-melawan-urbanisasi/