









Setelah membicarakan Intraindustry Rivalry, Bargaining Powers of Buyers dan Supplier, maka yang tidak kalah pentingnya Threats of New Entrants…
Walau untuk saat ini, nggak perlu ada kekhawatiran karena pemain-pemain baru agak susah masuk ke persaingan ini. Segmentnya berbeda… walaupun masih sama-sama di pasar kendaraan bermotor roda dua… Sebut saza… Cagiva, pasarnya mengejar konsumen yang punya duit lebih or emang suka banget dengan motor, Demikian pula moge-moge seperti Ducati, Harley, KTM etc pangsa pasar nya jelas bukan masyarakat yang punya duit pas-pasan.. Motor-motor Cina seperti Jialing, Beijing dsb walaupun harganya murah banget.. konsumen ogah / jarang memilih ini.. karena kualitas dan after sales servicenya… Apalagi kondisi perekonomian makin baik, sehingga nggak mau milih bebek cina ini… apalagi imagenya… masalah gengsinya… yang semakin jauh orang milih bebek cina ini…
Substitute Product…. Ini yang perlu dicermati walau nggak perlu khawatir, seperti penggunaan sepeda dibandingkan motor… mengapa ??? Karena sepeda nggak tunduk dengan peraturan lalu lintas… Bisa nyerobot lampu lalu lintas, jalan di jalur cepat, berlawanan arah dsb… Beberapa orang yang menggunakan sepeda ini, mengaku nikmatnya naek sepeda yaitu selain tubuh jadi sehat, waktu tempuh lebih cepat dalam hal-hal tertentu… dibandingkan motor…
Mobil…?? Ancaman mobil sebagai subtitute product, malah membawa angin segar buat pasar motor… Mengapa ??? Khususnya di Jakarta dengan diberlakukannya busway, orang malah nggak mau naek busway… Mengapa ?? Karena dari sisi ekonomis, mahal dibandingkan motor. Kenyamanannya masih debatable.. karena busway pas jam-jam sibuk.. kayak ikan pendeng… Konsumen yang selama ini milih mobil atau busway… akhirnya milih motor.. dan mereka ini potential buyers.. Jadi gimana produsen aza melihat celah ini…
Akhir pembahasan, pasar motor cenderung cost leadership… yaitu harga jangan mahal-mahal amat. Namun juga konsumen melihat mutu dan after sales servicenya untuk memilih motor… Efisiensi perlu dilakukan… bila perlu menerapkan target costing.. Dan jangan lupa advertising perlu gencar dilakukan dan variasi product juga jangan terlalu banyak… Selalu memonitor langkah yang dilakukan kompetitor utama yaitu Yamaha… bikin skenario dengan ‘game theory’ ….
Well… Kita liat saza dibulan-bulan mendatang… siapakah pemenang Honda vs Yamaha dalam pasar motor di Indonesia… semoga analisa ini bermanfaat… Amin.. 😀
Leave a Reply