









Alhamdulillahil ladzii hadaa naaa… Biabdihil mukhtaari man da aaa-na… Ilaihi bil-idzni wa qod naa daaa naaa ... Labbaika yaa man dallanaa wa hadaaa naa …!!!
Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammadin thibbil quluubi wa dawaa iha, wa’aafiyatil abdani wa syifaa iha, wanuuril abshoori wa dhiyaa iha, wa’ala alihi wa shohbihi wa sallim … amma ba’du …!!!
اِدْفِنْ وُجُودَكَ فيِ أَرْضِ الْخُمُولِ، فَمَا نَـبَتَ مِمَّالَمْ يُدْفَنْ لاَ يَــتِمُّ نَـتَاءِجُهُ
Idfin wujudaka fi ardhi khumuul, fama nabata mimmalam yudfan la yatimmu nitajuh
Artinya :
“Kuburlah wujudmu (eksistensimu) di dalam bumi kerendahan (ketiadaan); maka segala yang tumbuh namun tidak ditanam (dengan baik) tidak akan sempurna buahnya.”
Dalam hikmah ke-11 ini, Ibnu Athaillah mengungkap sebuah kunci sukses agar kita dapat menghasilkan ketakwaan yang sempurna, yakni dengan mengubur eksistensi, ego yang ada pada diri kita, ke dalam bumi ketiadaan.
Sebagaimana pohon yang bagus, dimana cabangnya menjulang ke langit dan menghasilkan buah yang baik, maka akarnya pun ditanam dan mencengkeram kuat,… Allah SWT telah memberikan perumpamaan sebagaimana terdapat pada Qs. Ibrahim (14) : 24 – 25 sbb :
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ
تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
a lam taro kaifa dhoroballohu maṡalang kalimatan thoyyibatang kasyajarotin thoyyibatin ashluhaa ṡaabituw wa far’uhaa fis-samaaa`
tu`tiii ukulahaa kulla ḥiinim bi`iżni robbihaa, wa yadhribullohul-amṡaala lin-naasi la’allahum yatażakkaruun
Artinya :
Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit,
(pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.
Banyak sekali orang yang sejatinya tidak mengenal siapa dirinya,… apalagi berbagai kekuasaan ditangan… sehingga tidak mengenal sejatinya siapa diri kita sebenernya … dan buah takwa seperti apa yang harus dihasilkan …!!! Ego diri yang lebih banyak mengatur siapa diri kita dan apa yang diinginkan… padahal Allah laaagh yang lebih mengetahui siapa diri kita sesungguhnya …!!!
Demikian artikel singkat ini… semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita semua. Wallahu muwafig ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… !!!
Leave a Reply