









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… ter tanggal 12 Desember 2019 … dompet digital OVO akan mengenakan biaya transfer Rp. 2.500,- per transaksi ketika akan mentransfer dana ke rekening bank …!!! Kalau sekarang masih gratis … dan memang nikmat sekali… mau bayar atau transfer malam-malam pun… seperti kita punya ATM bergerak saza … terus gratis pula …!!!
Banyak pengamat yang melihat hal ini sebagai era berakhirnya ‘bakar uang’ … dan sudah waktunya untuk memperoleh pemasukan dari keunggulan teknologi digital …!!! Memang secara biaya masih murah ketimbang bank yang menerapkan biaya sekitar Rp. 6.500,- untuk transaksi transfer antar bank …!!! Namun demikian kompetitor lain banyak yang mensikapi hal yang berbeda… dan tentu ini akan mengubah peta market persaingan dompet digital …!!!
Go-Pay mengenakan juga biaya Rp. 2500,- untuk transfer dari dompet digital ke rekening bank … namun Dana memilih hal yang berbeda… masih menerapkan gratis untuk biaya transfer ke rekening bank …!!! So.. tentu dalam hal ini kalau dari sisi konsumen… pemegang Dana lebih diuntungkan… lha wong gratis kok … !!! So … ini memang pilihan,… banyak juga konsumen yang melihat hal ini gak signifikan… namun ada juga yang melihat hal ini signifikan …!!!
Memang penyelenggara dompet digital ini ada untungnya… dimana bisa terintegrasi dengan berbagai bidang usaha… lihat saza Go-Pay bisa connect dengan Go-Food etc… !!! Belum lagi biaya yang mengendap… so jika konsumen nya misalnya mencapai 10 juta orang aza… terus saldo rata-rata mengendap sekitar Rp. 100 ribu … so saldo yang mengendap bisa mencapai Rp. 1 triliun …!!! Bisa dibayangkan… jika suku bunga overnight 4% saza … maka sehari bisa dapat sekitar Rp. 109 jeti …!!! Realita nya memang banyak yang menyimpan dana ‘mengendap’ … lebih dari Rp. 100 rebu … so bisa dibayangkan berapa besar dana yang dapat dihimpun …!!! Last,… memang menarik untuk melihat persaingan di sektor ini … so jika ada waktu kita bahas hal lain tentang dompet digital …!!! Ciaooo 😀
ya mau gimana lagi
https://internetbermanfaat.com/mengapa-banyak-startup-unicorn-dan-decacorn-belum-berani-ipo-di-bursa-saham/