









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… speechless gak bisa ngomong… dan ketika menulis artikel juga berhati-hati … so dengan kemunculan berbagai spyshot tentang New Yamaha R25 … strategy marketing yang dilancarkan memang … bisa termasuk masif …!!! Pertama tentu saza lifecycle dari Yamaha R25 sudah wajar… coz sudah hampir 4 tahun brojol … jadi jika ingin facelift sudah sepatutnya… toh kalau bicara break event point maaagh sudah… malah banyak cuaaan juga didapat …!!! Bukan hanya pasar domestik saza yang digarap… pasar ekspor juga masih digaraaap …. masih menguntungkan memang …!!!
Praktis… kompetitor Honda CBR250RR sudah gak bisa apa-apa… langkah mengeluarkan dengan asumsi langsung bisa membungkam Yamaha R25 dan Kawasaki Ninja 250R … malah kepukul …!!! Kompetitor gak nyangka bakalan digebuk ‘Yamaha XMax 250’ … padahal permainan strategy sudah mengarah ke sana… dan jika pembaca mengikuti blog ini… sudah dibahas diberikan ‘alert’ bakalan ada cross shifting demand …!!! Namun banyak yang ‘mencibir’ dan ‘nyiyir’ juga … agar trend konsumen itu tidak terjadi … namun banyak yang lupa… rasional dan emotional mindset tidak diperhitungkan… cuap-cuap saza gak ada artinya …!!!
Naaagh… setelah Yamaha XMax 250… kompetitor berusaha membendung… walau bisa dikatakan ‘setengah’ hati… dengan mengeluarkan Honda Forza 250… !!! Jadi walau gembar-gembor terjadi… harga tetap gak kompromi… ini menjadi kendala …!!! Jadi bisa diprediksi… bahwa Honda Forza gak bisa berbuat banyak… kisahnya bakalan mirip dengan Honda PCX CBU… yang gak bisa berbuat apa-apa melawan Yamaha NMax …!!! Berikutnya muncul New Yamaha R25… apa yang ingin dicapai… dengan kemunculan species baru ini …???
Yup… tentu saza untuk market domestik… akan memberikan tekanan pada market motor sportz … !!! Jadi positioning motor ini… idealnya adalah memberikan persaingan dengan Honda CBR250RR … yaitu memberikan feature up side down… namun secara harga idealnya dibanderol lebih murah …!!! Jadi tujuannya adalah feature yang ‘value’ pada Honda CBR250RR diadopsi… namun yang gak value… tidak akan diadopsi … yaaagh kita lihat nanti apakah seperti ini masih tetap diterapkan atau akan berubah …!!! Otomatis adalah menyerang juga Kawasaki Ninja 250RR … yang belum menerapkan up side down fork… so ini target nya …!!!
Bagaimana dengan export …??? Ini dia yan dicermati… apakah Yamaha akan mengubah enginenya… sehingga bisa compete dengan Kawasaki Ninja 400 dan KTM RC 390 …??? Banyak yang berharap akan terjadi… namun kita tunggu saza gelaran expo AIM di Las Vegas… apakah akan terjadi hal ini… atau tetap engine gak berubah …!!! Apapun itu… untuk market export New Yamaha R25 … masih akan ada peluang besar… coz praktis saingannya hanya Kawasaki Ninja 250R … dimana belum menerapkan up side down fork… !!! Sedangkan Honda CBR250RR praktis hanya diperuntukkan market domestik… market ekspor Honda CBR300R yang jomblo… tentu bukan lawan dari Kawasaki ataupun Yamaha di segment 250cc …!!! Last,… memang jadi serba salah bagi kompetitor di market domestik… so kembali strategy marketing menjadi kunci… coz bisa diresponse oleh konsumen dengan cara yang berbeda …!!! Ciaooo 😀
mantaap…
Mantab Gandhozzz
Dengan bentuk yg ngga begitu radikal…sepertinya survey lebih banyak dizebar di Luar Negeri, mungkin fitur yg kaga value seperti TBW and riding mode mungkin lebih ngejar ke harga jual.yg mungkin disematkan adalah TC atau ASC..
Role modelnya ke Ninja..yg menarik malah CCnya akan tetep 321cc or 400cc karena di rentang itu Yamaha hanya punya FZ6R 4 zilinder…600cc…yg paling kecil 700cc untuk yg twin silinder IMHO
Durung iso Tukul sing lawas… eeeehhh Wes brojol maning bae sing Anyar su…
Knp cb250rr hanya diperuntukan market domestik?
kenapa cbr250rr tidak di ekspor oleh ngahaem????
Tjerdasss mbah
Horeee gurihh
http://bikermendowan.id/2018/08/28/resmi-dirilis-flat-visor-kyt-vendetta-2-wow-segini-harganya/
Miris mas Tri, kata shifting demand dibikin nyinyiran, apalagi ketika xmax sempat turun dan new ninja sempat boom, makin2 menjadi nyinyirnya
Bahkan saya sampai hafal siapa2 saja yang hobi nyinyir “diartikel yang dia buat maupun komen diblog lain” tapi sekali lagi mebuktikan bahwa teori yang mendasar itu sangat berbobot dibanding nyinyiran
Setelah terbukti, para penyinyir udah g pernah ngomong shifting demand lagì