









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… sering kali kita inginnya berada di ‘comfort zone’ … dan tentu berada di comfort zone … akan berada dalam keadaan ‘merugi’ … dimana sering kali berujung pada : (i) malas, dimana inginnya mencari jalan yang mudah tanpa usaha, (ii) tamak, dimana ingin mendapatkan banyak dengan usaha sedikit, dan (3) nggak mau mikir atau nggak memaksimalkan dalam berpikir mencari solusi …!!!
Ketika berada dalam keadaan ‘comfort zone’ tersebut… sering kali apabila ada orang yang melakukan ‘kritik’ … terasa banget terganggu … aka nggak mengenakkan …!!! Kritik sering kali menghujam… yang males diminta agar rajin aka continuous improvement… yang tamak diminta dipaksa untuk kompetitif melakukan effort agar terjadi peningkatan competitive advantage… dan yang kepengen jadi ‘sodron’ … dipaksa untuk berpikir keras …!!!
Orang yang melakukan kritik… sering kali dianggap bukan teman… namun yang ‘asal om senang’ dianggap sebagai sahabat setia …!!! Padahal orang yang mengkritik… tahu betul kelemahan orang/sesuatu… dan ini menjadi ‘baseline’ untuk melakukan improvement …!!! Nek jareneee… consultan top ten… kuwi melakukan diagnostic study… sehingga betul-betul ketahuan suatu ‘gap analysis’ nya … dan itu jika dibayar… hmmm muahaaal banget vrooo …!!!
Dunia sudah berubah… internet berkembang… media sosial cepat merambah ke gaya hidup manusia …!!! Tanpa disadari kritik yang merambah … diupayakan tidak ada … biar ditampilkan hal-hal yang bagus … hal-hal yang mengenakkan… hal-hal yang akan menggiring ke arah ‘comfort zone’ …!!! Sering kali orang lupa… ketika kritik dilontarkan misalnya terhadap ban cungkring… tutup tangki jendol bak tumooor… etc. menimbulkan ‘trigger’ untuk continuous improvement …!!!
Mirip seperti seorang dokter yang ‘menyarankan’ do and don’t … suatu kritik yang beredar semestinya diperlakukan seperti itu …!!! Tanpa adanya kritik… banyak pihak akan dirugikan… antara lain : (i) tidak ada continuous improvement… product gitu-gitu aja… (ii) daya saing akan lemah… competitive advantage merupakan mimpi di siang bolooong… (iii) consumer pun akan dirugikan… lama-lama nggak mau meng-konsumsi… (iv) value akan lama kelamaan berkurang… dan konsumen akan menderita kerugian secara perlahan dan terus menerus …!!!
Lebih ruwet lageee… banyak pihak yang ter- ‘sodron-sodron’ ingin ‘comfort zone’ tadi… melakukan distorsi informasi secara ‘pokroool’ … menggunakan aji pengawuraaaan … dekat ‘asal om senang’ …!!! Mirip seperti seorang dokter/konsultan… jika sarannya atau kritik nya nggak digubriiiis… apakah ia akan merugi …??? Yaaagh tidak… waktu akan terus berjalan… yang ‘merugi’ tetap laaagh merugi… demikian pula sebaliknya …!!! Last,… monggo dipilih posisi yang ingin diambil… sebagai pihak yang merugi atau untung …??? 😀
kalok gitu kritik dong yamaha om tri, biar berubah, yamaha gak sadar udah di tekan mati2an sama honda, produknya kok ga ada kemajuan
nunggu mas tri ngulas ini…
http://oto.detik.com/read/2016/07/19/171059/3256701/1208/kppu-yamaha-dan-honda-terancam-denda-rp-25-m
yaps, karna engkresnya itu tdk bs menempatkan sesuatu pd tempatnya kritik, saran sebagus apa pun bisa bisa di salah artikan menjadi fitnalah, beperlah dll.
berani berubah dan berbenah,,.
Pdhl bhs juragan kritik juragan kadang msh krg tmbak lsg, masih halus lah, di banding om benny.
Msh inget polling ocb vs nvl, cuma di blog ini hasilnya beda, sdh di jelaskan knp bisa terjadi “beda”. Akhirnya mmg polling di sni yg hasilnya beda tapi sesuai fakta.
Pembaca blog skr klo ga sales & team buzzer ya orang2 yg baru kmaren ikutin blog motor,klo ikutin blog motor dari 2010, pastilah tau “keanehan” yg terjadi di ranah blog motor.
Contoh lah, klo ngomongin PC* vs N**x, pstilah di sna SELALU di selipkan kalimat “build quality”… tapi kalimat tsb ga di sebut ketika review R*5 vs C**, nv* vs nc*,,,,
termasuk var** series, be** series, yg nyata “build quality”nya masih di bawah xe** series, mi* series bahkan matic2 bikinan suzu** dan t*s.
mossokk hihihihi