









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… ketika juragan ditanya tentang rem ABS dikaitkan dengan regulasi Euro 4 … bagaimana opini juragan …??? Sewaktu ditanya juragan nggak bisa comment apa-apa … lha wong belum tahu pasti kok… yang juragan ketahui Euro 4 dikaitkan dengan standard emisi …!!! Naaagh setelah dicari-cari … ternyata memang ada standard Euro 4 dikaitkan dengan ABS …!!! Mari kita bahas yuuuk… 😀
Euro 4 itu suatu regulasi yang diputuskan oleh parlement Europa, dimana sebanyak 643 suara menyetujui … 16 suara menentang dan 18 suara abstain… yang berlaku di Eropa …!!! Khusus tentang rem ABS… terdapat kewajiban menerapkan rem ABS untuk motor yang punya displacement engine diatas 125cc (larger than 125cc red.) … sekali lagi lhooo diatas 125cc …!!! Dibawah 125cc … terdapat 2 (dua) opsi yaitu dapat menggunakan ABS atau menggunakan combined brake system …!!! Kewajiban comply Euro 4 terkait dengan rem ABS ini … mulai berlaku untuk motor baru yang diproduksi tahun 2016 …!!!
Naaagh dari sini pabrikan motor yang ingin menjual motor nya di Eropa … yaaagh harus comply dengan Euro 4 ini …!!! Sekali lageee lhooo untuk market Eropa… mau nggak mau … pabrikan harus ‘tunduk’ kepada regulasi ini… lha wong namanya hukum yaaaagh menurut sifatnya … mempunyai sifat memaksa …!!! Dalam artian… peraturan tersebut mempunyai paksaan yang tegas dan mutlak,…dan mempunyai sanksi yang tegas jika dilanggar …!!! Disini mau nggak mau pabrikan kudu patuh… dengan cara yaaagh mengikuti aturan … termasuk soal ABS ini …!!!
Naaagh … jadi wajar jika misalnya pabrikan Yamaha memproduksi motor Yamaha NMax menggunakan teknologi ABS untuk dieskpor ke Europe …!!! Lha wong pabrikan Yamaha nggak punya motor yang pake teknologi combined brake system… jadi bikin nya menggunakan teknologi ABS … dalam hal ini Yamaha NMax 125 ABS …!!! Demikian juga model Yamaha R3 yang menggunakan ABS untuk market Europe misalnya … yaaagh kudu patuh dengan aturan Euro 4 ini …!!! Naaagh bagaimana jika marketnya bukan di Europe … misalnya di Indonesia …???
Setahu juragan nggak ada kewajiban harus menggunakan rem ABS di Indonesia …!!! Ditanya mengapa …??? Monggo dikebet UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dan PP No. 55 tahun 2012 tentang Kendaraan …!!! Â Pada Pasal 48 ayat (3) UU No. 22 tahun 2009 juncto Pasal 7 huruf h, juncto Pasal 19 dan juncto Pasal 20 PP No. 55 tahun 2012, yang diatur adalah sistem rem utama. Sistem rem utama harus mampu menurunkan putaran mesin pada saat dilakukan pengereman …!!! Mau dilihat dari sisi penjelasan juga… nggak ada yang mencantumkan harus ABS etc …!!!
Apa artinya hal ini …??? Yo monggo mawon… mau pake sistem drum boleh… sistem cakram boleh… sistem combined brake system boleh… system ABS boleh … monggo mawon …!!! Disini pabrikan bisa mengeluarkan… mau yang non ABS dan/atau yang ABS … naaagh bagaimana dengan preferensi konsumen …??? Terlihat sekali… dari artikel sebelumnya… mayoritas konsumen Indonesia lebih prefer menggunakan non ABS … coz dilihat dari sisi value nya …Â yaitu penyediaan fitur tersebut … dikaitkan dengan kebutuhan dan additional harga yang harus ditanggung konsumen …!!!
Dari pembahasan diatas dan artikel sebelumnya,… dapat ditarik kesimpulan : (i) di Indonesia belum ada kewajiban menggunakan rem ABS, jadi masih terbuka penggunaan rem non ABS …!!! (ii) Dilihat dari rata-rata kecepatan untuk kegiatan commuter di dalam kota, rata-rata kecepatan sekitar 25 – 30 km/h … masih bisa dikendalikan dengan baik menggunakan rem Non ABS …!!! (iii) Untuk motor kecil selisih harga sekitar Rp. 4.75 jeti… termasuk signifikan (additional cost sekitar 20% red.) … biaya yang harus ditebus konsumen untuk mendapatkan rem ABS… padahal kecepatan rata-rata hanya 25 – 30 km/h …!!! Terakhir (iv) harga jual kembali motor kecil yang tipe ABS (depreciation 15% tahun pertama red.)  lebih jatoh dibandingkan dengan yang non ABS (depreciation 10% tahun pertama red.) …!!! Last,.. dari pembahasan artikel ini… tidak salah jika preferensi mayoritas konsumen untuk motor kecil … menggunakan non ABS … semoga bermanfaat …!!! Ciaooo 😀
om , numpang tanya, berarti jikalau lolos regulasi Eur4, semua pernak perniak, seperti emisi dan safety sudah lolos semua ya?
pemaparan mas 3 logis, euro 4 berlaku di benua eropa. Di indo blm berlaku
gw pilih rem cakram biasa murmer ckp
mahal ABS mah
Standar di Indonesia payah!!!
Sebenernya tetep secara regulasi emisi (euro 4) dan rem berbeda oom…
Masing2 diatur dalam EC /ECE tersendiri…
Kebetulan latest EC/ECE nya baik untuk emisi euro 4 (mobil passenger euro6) dan rem dgn ABS diberlakukan bersamaan…