









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… masih ingat kejadian beberapa waktu lalu… dimana para supir taxi dan angkutan umum lain protes akan kehadiran angkutan umum ‘online’ …!!! Begitu masyarakat mengenalnya… namun sejujurnya bukan taxi online… lha wong perusahaan nya adalah perusahaan berbasis aplikasi… yang mempertemukan supply dan demand akan angkutan transportasi …!!! Yup,… bisa dibilang broker… agent … dan sebangsanya …!!! Mengapa begitu mewabah… ??? Dalam artikel bersambung ini… akan sedikit dijelaskan mengenai… sharing economy platform… bahasa kerennya… dari ‘taxi online’ yang dikenal masyarakat …!!!
Sebagaimana grafik yang bersumber dari Forbes,… sebagai contoh… taxi Uber hanya butuh waktu 6 tahun… untuk melibas value perusahaan yang sudah berdiri sejak 100 tahun lalu… seperti Ford dan General Motor …!!! Uber dinilai mempunyai value sekitar 68 milyar USD … suatu angka yang fantastis …!!! Ini laaagh yang disebut sebagai salah satu bentuk sharing economy platform …!!!
Sharing economy (also known as shareconomy or collaborative consumption) is a hybrid market model (in between owning and gift giving) which refers topeer-to-peer-based sharing of access to goods and services (coordinated through community-based online services).
Disini perbedaan nya antara taxi konvensional dengan taxi model Uber … Berbeda dengan taxi konvensional yang harus membeli mobil sendiri, so harus mempunyai modal untuk membeli mobil… sharing economy platform… nggak perlu …!!! Lha wong perusahaan nggak membeli kok… ia bekerja sama dengan penyedia mobil plus supirnya… yang menyediakan tumpangan dengan membayar …!!! Jadi ketika ada permintaan dari konsumen pengguna… perusahaan ini memforward kepada supir yang sudah terdaftar… dan transaksi terjadi… !!! Kok begitu cepat perkembangannya… ??? Disini karena Information Technology yang berkembang… maka jadi cepat perkembangannya… disini keunggulan dari broker atau agent atau perusahaan berbasis aplikasi …!!!
So,… jika perusahaan taxi konvensional harus punya modal yang besar, kemudian harus punya pool untuk menampung mobil… berbeda dengan sharing economy platform… modalnya adalah community, masyarakat… tempatnya nggak harus dipool… tersebar di berbagai tempat …!!! Tidak heran harga yang ditawarkan untuk pelayanan mengantar penumpang bisa ditekan… so jurus cheaper berlaku disini …!!! Impactnya apa …??? Waaagh… kalau jurus price sudah turun tangan… bisa terjadi ‘predatory price’ … !!! Ingat dulu ada promo ojek berbasis aplikasi… sampai perang harga… jauh dekat Rp. 5 rebu – 10 rebu … so impactnya luas …!!!
Sebagai mana terlihat pada tabel… dalam case taxi Uber… kebanyakan taxi konvensional lebih mahal dibandingkan taxi Uber …!!! Lihat saza di Los Angeles sekitar 2.1 kali lipat lebih mahal dibandingkan taxi Uber …!!! Disini jelas… kalau pelayanan sama.. lebih murah… lebih mudah diakses… ngapain konsumen bayar mahal… ??? Pricing nya terlihat dynamic… dalam artian bisa lebih mahal sedikit… dalam artian jika demand nya tinggi banget… so disini nggak price elastis… !!! Last,… bagaimana impact nya pada taxi konvensional… ketika kompetisi ini terjadi… sooo kita bahas pada artikel selanjutnya …!!! 😀
mohon penjelasannya mas tri…
blog sebelah lg panas…
R25 kalah telak melawan satria
tolong bantu menjelaskan kepada fby kalau hal itu wajar
dr riview mas tri memang yahudd…
satria memang ok…
thanks mas tri
tidak ragu lagi buat inden satria
Pengalihan berita mesin mentok 150 cc AHeM kmrn meleduk di sirkuit Sentul, dikamplengi mesin 150 cc Yamaha.
Tetep zaza fakta race membuktikan mesin nearly mahonda itu paling lemot.
Cihuyyy
Mmg itu bukan foto edit ya? Kirain editan 😀
@om tri
Kemudahan, kenyamanan, keamanan yg tidak didapat dr taxi konvensional.
harga apakah signifikan pengaruhnya om?
itu udah ada penjelasannya kok om dari sumber ISI lsng…
pake tabel timingnya malah
FUFI hanya menang di start awal (sampai berapa meter saya lupa) seterusnya menang sportnya
ini salah satu penggiringan opini…penyampaian berita tp yg disampaikan hanya setengah2……pembodohan publik lagi
harusnya blog yg menyampaikan sampai hasil akhirnya…jangan hanya sebagian2….
Bhuahahahaha
Adu drag jarak pendek Satria FU vs R25 digemborkan artikel berantai blogger dollariah.
Pengalihan spot 150 cc Honda keok semua.
Pengalihan berita mesin mentok 150 cc AHeM kmrn meleduk di sirkuit Sentul, dikamplengi mesin 150 cc Yamaha.
Tetep zaza fakta race membuktikan mesin nearly mahonda itu paling lemot.
Cihuyyyy
Mungkin dalam kesempatan artikel selanjutnya mas tri bisa sekalian bahas soal aspek legal dari uber/grab ini.
Di banyak negara saya dengar mereka bisa beroperasi secara legal, comply dg regulasi yg ada, namun cost-nya tetap efisien.
Sementara disini uber/grab ini sdg menghadapi dilema aspke legal, dimana pada sisi operasional armada uber/grab dianggap tidak memenuhi syarat sbg “angkutan umum”
hmm tumben juragan belum bikin juga artikel hot hot nya fu nantang motor cc besar kayak r25
lagi sibuk keknya ya juragan lagi kojel kojel tuh bloger dollariyah seolah ga terima r25 kalah sama bebek 21 jt
soal legalitas ternyata gak cukup (udah lulus KIR dan plat kuning). harga uber harus disamakan dengan taxi konvensional. mungkin lebih tepatnya jangan sampai memonopoli pasar. maka pemerintah akan memberlakukan harga yang kompetitif. yang mana uber tetap murah. dan tentunya taxi konvensional tetap akan terseok.
Pemahaman saya, penetapan tarif minimum sudah menjadi kartel.
Kalo “taksi” Uber dll. jadi legal dan berstatus taksi, apa nggak makin tewas ya taksi biasa? Kan bebas jemput penumpang yg manggil offline (ngetem coy, udah plat kuning).. Belum lagi ntar taksi biasa nggak bisa protes, kan udah legal, lol. Sumfeh demo kemaren itu banyakan nyakitin diri mereka daripada menyampaikan poin mereka, banyak orang makin nggak suka sama taksi biasa gara gara anarkis..