









Well bagi ATPM ..entah Honda, Yamaha, Suzuki etc.. setelah menganalisa dengan Teori Porter yaitu 5 Forces Competitive Model, maka perlu menerapkan strategi yang telah dipilih menjadi Action (initiative) nyata. Untuk itu perlu diukur / measure dalam bentuk Scorecards. Mengapa disebut Balance Scorecards ?? Ini sebenernya teorinya Kaplan dan Norton, yang berpendapat bahwa financial indicator saja tidak cukup untuk mempertahankan competitive advantage. Perlu measurement yang lain, yaitu dengan membaginya dalam 4 perspective yaitu :
Apakah ini hanya teori rud…??? Enggak, salah satu perusahaan mie terbesar sudah menerapkan hal ini diaktivitas produksinya. Yah tentu saja menggunakan software yang serba otomatis mengetahui mana yang perlu diperhatikan dsb…
Oke lah… let say kita bikin analisa misalnya mengenai V-ixion product Yamaha baru… (case kecil aza yah)… Nah Produsen.. kudu mendidik / train tenaga-tenaga nya biar trampil.. dari product itu didesign, diproduksi, disimpan, after sales nya .. singkat kata.. bikin tenaga-tenaga nya trampil / profesional di semua bisnis proses… apa kah itu produksi, maintenance, parts etc… make it profesional… Inilah salah satu yang kudu dilakukan pada perspective learning and growth.. Produsen kudu ada target, sekian persen budget dialokasikan untuk bikin tenaga nya jadi profesional dan kudu ada target juga sekian persen tenaganya akan profesional dan berada di lini terdepan…
Jika perspective learning and growth ini tercapai.. maka akan memberikan sumbangan terhadap perspective lainnya terutama perspective internal business process… gimana hal ini bisa terjadi… silahkan baca pada bagian II …. ocreee…
Artikel terkait :
Leave a Reply