









Setelah di bagian I, mengerti tentang Porter Teori yaitu Five Forces Competitive Model… let’s analyze….
Intraindustry Rivalry, Industri yang dibahas adalah industri kendaraan bermotor roda dua. Gue mencoba menggunakan data dari AISI sebagai proxy, walaupun mungkin sedikit bias karena datanya versi whole sales yaitu jumlah motor yang dikirim pabrik ke dealer. Bukan data versi ritel, yaitu jumlah motor yang dibeli oleh customer. Oke..lah itu cuma masalah data saza.. yang penting gimana kita menganalisanya.. bukan begitu bro…??? Honda saat sampai dengan bulan ke 4, menguasai 43% market share. Andai gue disisi Honda, situasi ini belumlah aman… Ditanya kenapa ??? Yah.. kalau pilkada aza belum menang mutlak.. kudu ada putaran kedua… demikian juga kondisi Honda. Harus ada upaya yang serius untuk mencapai target minimal diatas 50% (Yah andai gue bagian dari manajemen Honda, targetnya minimal diatas 60%… kudu… not safe if only above 50% let’s saya 52%.. 😛 ). Kemudian harus diwaspadai pesaing-pesaing Honda antara lain :
Dari hasil analisa market share diatas, sebenernya kompetitor utama dari Honda adalah Yamaha. Jika Honda dapat menekuk dan mematahkan dominasi Yamaha pada beberapa line of product Yamaha, maka selebihnya adalah eceeeellll….
Mari kita lihat head to head product Honda vs Yamaha :
Dari intraindustry rivalry, jelas… Honda terlalu mahal memposisikan product-product nya dibandingkan Yamaha. Sebenernya, honda mempunyai modal image yang cukup bagus… brand honda sudah identic dengan motor bebek… Namun hal ini nggak bisa terus-menerus dipertahankan, jika harga yang ditawarkan lebih tinggi tanpa adanya value tambahan. Variasi product Honda terlalu banyak.. hal ini kurang menguntungkan dari sisi cost. Lebih bagus simplify namun specsnya secara head-to-head nya menang dan harganya pun diusahakan menang.. (lebih murah red.)… Mungkin harga yang tinggi bisa jadi karena inefisiensi yang terjadi… namun gue nggak ada data.. Balance sheet or P/L Statement nggak punya… Ingat dipasar motor kendaraan roda dua ini, agak unik… yang diinginkan customer adalah quality yang bagus namun harga kudu murah… Hal ini dapat dimungkin kan apabila dilakukan efisiensi… dari sejak design awal sampai ke pemasaran dan terus after salesnya… Strategi yang perlu adalah cost leadership… bukan differentiated… Apa itu Cost Leadership atau Differentiated strategy… next pembahasannya yah….
Artikel terkait :
Leave a Reply