









Geger.. tentang Traction Control yang digunakan di MotoGP… menimbulkan pro dan kontra… apakah traction control itu wajar digunakan dalam ajang balap motor…!!! Anyway, traction control tuh.. sebenernya sudah diterapkan di tahun 1992 pada Honda ST1100…!!! Prinsip atau cara kerja traction control adalah melakukan monitor perputaran roda depan dan belakang…!!! Kehilangan traksi dapat diindikasikan bahwa roda belakang berputar lebih cepat dibandingkan ban depan…!!! Jika ini terjadi… maka sensor traction control akan memberitahukan ke ECU untuk mengurangi power… sehingga perputaran roda depan dan belakang menjadi sama…!!! 😀
Penerapan traction control saat ini sudah demikian kompleks, nggak hanya sekedar membandingkan roda depan dan belakang, tapi juga mengukur melalui sensor misalnya gear position, throttle position, RPM etc.. dan input dari sensor-sensor tersebut akan dikirim ke ECU, dan ECU adakan melihat jika input nya seperti itu… maka power motor juga akan disesuaikan….!!! So dengan sensor-sensor ini… tentu saza mengendarai menjadi lebih mudah… !!!
Salah satu kendala penerapan traction control, adalah jika bikez di pacu di straight, sering kali ban depan terangkat…!!! Hal ini bisa menyebabkan sulitnya penerapan traction control tersebut… yaagh.. bisa tiba-tiba… engine berkurang drastis…!!! Namun hal ini bisa diterapkan sensor untuk mengetahui apakah ban ini memang lagi napak atu tidak…!!! Dengan dikombinasikan dengan beberapa input seperti akselerasi, maka ECU bisa mengetahui bahwa pengurangan power nggak perlu dilakukan… !!! Kalau nggak berabe.. mestinya di straight kudu kuenceng… malah bisa power drop… !!! 😛
Leave a Reply