









Dengan kukuh Ki Ageng Pemanahan … melakukan laku prihatin… dan tidak akan menghentikannya jika keadilan belum didapatkannya … !!! Laku prihatin Ki Ageng Pemanahan ini… menyentak bathin Sunan Kalijaga yang amat peka … !!! Seorang wali ini… yang tinggal di Kadilangu … mampu menangkap kekecewaan dan kegeraman hati Ki Ageng Pemanahan … !!! Segera Sunan Kalijaga pergi ke Kembang Lampir … dan terlihat Ki Ageng Pemanahan … sedang tafakur diatas batu besar di pinggir kali kecil itu … !!!
Sunan Kalijaga berkata dengan lembut,… “Pemanahan…. “. Ki Ageng Pemanahan tersentak… langsung bersujud dihadapan Sunan Kalijaga. Air matanya luruh … dihadapan gurunya yang amat dihormati … !!! “Mengapa engkau berada di Kembang Lampir… meninggalkan saudaramu, Sultan Hadiwijaya … ??? Apa yang kau cari anakku… ???” kata Sunan Kalijaga. Ki Ageng Pemanahan berkata, “Apakah hamba harus menjelaskan isi hati … sedangkan paduka sunan sudah mengetahuinya … ???” 😀
Sunan Kalijaga berkata,… “Aku mengetahui maksud dan tujuannya ke Kembang Lampir. Jika itu mau mu,… baiklah mari kita pergi ke Pajang … !!! Mari kita bertemu dengan Sultan Hadiwijaya … !!!”. Tak berapa lama.. mereka telah sampai di Pajang … !!! Sultan Hadiwijaya sedang duduk diatas singgasananya… ketika seorang prajurit penjaga… menghadap kepadanya… dan melaporkan perihal kedatangan Sunan Kalijaga dan Ki Ageng Pemanahan … !!!
Segera … Sultan Hadiwijaya turun dari singgasananya… dan bergegas menyambut kedatangan guru dan saudara angkatnya itu … !!! Setelah dipersilahkan masuk dan duduk di balairung… Sultan Hadiwijaya berkata… “Kanjeng Sunan, … ada perihal apakah sampai membuat Kanjeng Sunan berkenan hadir di Pajang … ???” Kemudian Sunan Kalijaga pun berkata… “Anakku Sultan Hadiwijaya,… aku perlu menemuimu untuk menyelesaikan persoalan antara engkau dan kakangmu … Ki Ageng Pemanahan… !!!”
Baik Ki Ageng Pemanahan maupun Sultan Hadiwijaya… segera paham… apa yang dimaksud oleh Kanjeng Sunan Kalijaga … !!! Sunan Kalijagapun berkata,… “Anakku Sultan Hadiwijaya,… kamu adalah seorang penguasa agung kerajaan Pajang. Titah dan sabdamu merupakan kepastian hukum di semua wilayah Kerajaan Pajang … !!! Selaku Sultan, sudah merupakan hal yang wajib… bersatunya ucapan dan tindakanmu … !!! Mengapa kamu mengkari janjimu … hingga kini tanah Mataram … belum juga diberikan kepada kakangmu… Ki Ageng Pemanahan… ???” 😀
Link terkait :
Leave a Reply