









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… waaagh di media sosial Malaysia mulai viral… ketika rakyat sulit untuk merayakan Lebaran… mengingat harga-harga naik… misalnya beras dengan berat 5 kg… biasanya dibanderol MYR 13 atau equivalen Rp. 48 ribu … sekarang mencapai MYR 22 … paling murah.. .atau equvalen Rp. 82 ribu …!!! Sedangkan di Indonesia paling murah untuk ukuran yang sama sekitar Rp. 50 ribu … So memang soal ketahanan pangan … agak sulit di Malaysia karena lahan, pekerja etc… beda dengan Indonesia yang tanahnya luas …!!!
Diperparah lageee… ketika penjual balon, penjual pete bahkan penjual air mineral di razia… lhaaa tambah runyam dengan dakwaan tidak punya license atau ijin …??? Naaagh ini khan runyam… sekedar untuk mencari rezeki yang halal jadi susah… malah bertambah cemburu… ketika warga Bangla bisa menjual … diberikan izin dari ‘kelurahan’ … yaaagh tambah runyam …!!! So kalau begini… tinggal tunggu waktu… bakalan terjadi ‘gesekan’ antara penduduk lokal dan pendatang aka WNA …!!!
So memang soal ekonomi ini cukup pelik… kalau kita lihat tekanan ekonomi Malaysia cukup berat… mengingat goverment debt to GDP … rationya mencapai 68% … so ini memang tantangan yang harus dihadapi …!!! Belum lagi… Government Budget Defisit itu diatas 3% … so ini cukup bahaya …!!! Tantangan memang gak mudah… tapi kalau gak dibenahi… maka cepat atau lambat tentu akan menekan … perekonomian negara …!!! Ini belum GDP nya gak bisa tembus diatas USD 500 milyar… selalu bergelut di sekitar USD 400 – 410 milyar bahkan seringkali dibawah USD 400 milyar …!!!
Soal GDP ini… jangankan lawan Indonesia yang menjadi USD 1.4 triliun… lawan Singapore saza kalah kok… dimana GDP Singapore mencapai USD 507 milyar …!!! Ini belum lagi subsidi yang diberikan… tentu akan memberatkan beban fiscal… dan akhirnya debt dilakukan untuk menutupi beban fiscal …!!! Lihat saza dari sekitar MYR 421 milyar… sekitar 12.5% untuk subsidi …!!! So memang kuncinya… adalah bagaimana meningkatkan perekonomian… dan tentu saza issue struktural perlu dibenahi …!!! Ini belum ditambah dengan pekerja asing… dimana hasil cuannya tentu terbang ke negara Bangla (dalam case WNA Bangladesh) …!!! Kadang bertanya … kenapa kok gak dikerjakan oleh warga lokal… kenapa harus import tenaga kerja… padahal unemployment rate nya masih 3% atau sekitar 500 ribu orang …??? Last,… kalau gak dibenahi memang tanpa sadar akan beraat.. nanti akan terkaget-kaget … betoeeel …??? Ciaooo 😀
Leave a Reply