









Alhamdulillahil ladzii hadaa naaa… Biabdihil mukhtaari man da aaa-na… Ilaihi bil-idzni wa qod naa daaa naaa ... Labbaika yaa man dallanaa wa hadaaa naa …!!!
Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammadin thibbil quluubi wa dawaa iha, wa’aafiyatil abdani wa syifaa iha, wanuuril abshoori wa dhiyaa iha, wa’ala alihi wa shohbihi wa sallim … amma ba’du …!!!
مَا نَـفَعَ الْقَلْبَ مِثْلَ عُزْلَةٍ يَدْخُلُ بِهَا مِيْدَانَ فِكْرَةٍ
maa nafa’al qalba misyla udzlatin yad khulu bihaa maidaana fikhratiin
Artinya :
Tidak ada sesuatu pun yang lebih membawa manfaat bagi hati, seperti menyendiri (uzlah) untuk masuk ke medan tafakur
Yang dimaksud qalb oleh Ibnu Athaillah dalam hikmahnya adalah qalb dengan makna sebenernya yaitu hati …!!! Sebagaimana terdapat pada Qs. Ar-Rad (13) : 28, yang dimaksud hati, dimana hati akan tenteram dengan mengingat Allah SWT :
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
allażiina aamanuu wa tathma`innu quluubuhum biżikrillaah, alaa biżikrillaahi tathma`innul-quluub
Artinya :
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (Qs. Ar-Rad (13) : 28)
Uzlah yang terdapat pada hikmah ke-12 ini, berarti merenung dan berfikir mengenai apapun persoalan yang sedang terjadi, dengan ikhlas dan tidak mengeluh. So… inti uzlah adalah sebagai medan tafakur ….!!! Inti dari uzlah yaitu memasuki medan tafakkur, dimana proses nya dimulai dari niat yang benar agar dapat memberikan manfaat …!!! Kalau tidak disertai dengan niat yang benar, maka Allah akan menimpakan rijsa… yaitu kemurkaan Allah …!!!
Pada Qs. Saba (34) : 46, juga Allah SWT berfirman untuk mencari kebenaran karena Allah dengan ikhlas, baik berjamaan atau sendiri-sendiri :
قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ ۖ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ
qul innamaaa a’izhukum biwaaḥidah, an taquumuu lillaahi maṡnaa wa furoodaa
Artinya :
Katakanlah, “Aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu agar kamu mencari kebenaran karena Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri,
Bentuk uzlah luas, dalam hal kita terbangun di malam hari untuk melaksanakan shalat tahajjud, membaca Al-Quran… ini juga termsuk uzlah… sebagaimana Qs. Al-Muzammil (73) : 1 – 4) sbb :
يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ
قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا
نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا
أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
yaaa ayyuhal-muzzammil
qumil-laila illaa qoliilaa
nishfahuuu awingqush min-hu qoliilaa
au zid ‘alaihi wa rottilil-qur`aana tartiilaa
Artinya :
Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!
Bangunlah (untuk sholat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil,
(yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,
atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur´an itu dengan perlahan-lahan.
Demikian artikel singkat ini… semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita semua. Wallahu muwafig ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… !!!
Leave a Reply