









Alhamdulillahil qowiyyi sulthonuh, … al-wadlihi burhanuh, … al-mabsuthi fil wujudi karomuhu wa ihsanuh, … Ta’ala majduhu wa adhuma syanuh.
Allahumma shalli ala Sayyidina Muhammad, Shalata ahlis samawati wal ardhina alaihi, adada ma indallahi min al-adad fi kulli lamhati ainin, minal azali ilal abad …… amma ba’du …!!!
Mari kita dalami Qs. Yusuf ayat 52 sbb :
ذَٰلِكَ لِيَعْلَمَ أَنِّي لَمْ أَخُنْهُ بِالْغَيْبِ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي كَيْدَ الْخَائِنِينَ
żaalika liya’lama annii lam akhun-hu bil-ghoibi wa annalloha laa yahdii kaidal-khooo`iniin
Artinya :
(Yusuf berkata), “Yang demikian itu agar dia (Al ‘Aziz) mengetahui bahwa aku benar-benar tidak mengkhianatinya ketika dia tidak ada (di rumah), dan bahwa Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat.
Mengenai ayat ini memang ada perbedaan pendapat siapa yang mengatakan… namun penafsiran yang paling banyak menyatakan bahwa orang yang mengatakan dalam ayat ini adalah istri Al-Aziz …!!! Namun ada juga yang berpendapat bahwa yang mengatakan adalah Nabi Yusuf a.s dan dia menyampaikan fakta bahwa dirinya tidak “berkhianat” tentang kepercayaan tuannya atau tidak mendurhakai Allah SWT …!!!
Terlepas siapa yang mengatakan, namun kejujuran mulai terungkap… dan tidak ada tipu daya… ataupun pengkhianatan kepada Al-Aziz … dan Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat… so ini lesson learned yang dapat diambil … sehingga kita harus menjaga amanah… dan tidak boleh melakukan tipu daya… karena urusannya dengan Allah SWT …!!!
Demikian artikel singkat ini… semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita semua. Wallahu muwafig ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… !!!
Leave a Reply