









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… kalau kita lihat di Singapore… di jalan-jalan Orchards … kalau kita bandingkan di jalan-jalan Jakarta… terlihat sebenernya lebih ‘mewah’ di Jakarta …!!! Yaagh ini gak heran juga… karena pajak nya itu lhooo yang bikin grogi …!!! Disana itu pajak mobil misalnya ada beberapa komponen yaitu Addiational Registration Fee (ARF), Excise Duty, GST, COE etc … yang dihitung dari Open Market Value (OMV) …!!!
Jadi misalnya harga Honda Civiv sekitar SGD 26 ribu,… itu bisa-bisa ditebus kudu ngerogoh kocek sekitar SGD 149 ribu …. gimana gak stress.. terus jadi jomblo …??? Lha pertama dihitung ARF nya … pertama kelipatan SGD 20 ribu itu 100% ARF nya… jadi dalam case Honda Civic itu kudu keluar tambahan SGD 28 ribu untuk ARF …!!! Ini belum dihitung Excise Duty sekitar 20% dari OMV, kemudian ditambah dengan GST sekitar SGD 7 ribu …!!! GST ini akan terus naik ditahun 2023 akan 8%, di tahun 2024 akan 9% …!!!
So ini belum dihitung Certificate of Entitlement (COE) dimana mobil itu boleh dikendarai selama 10 tahun… dan jika sampai 1600cc maka harus bayar SGD 73 ribu… dan jika diatas cc tersebut maka kudu bayar SGD 98 ribu … so apa gak pusing ini …??? So ini belum tambah margin dealer… so pasti mahal banget… sekedar untuk naik mobil Honda Civic …!!! Lha kalau di Indonesia harga mobil Honda Civic sekitar Rp. 575 jeti… lha apa gak stress kalau di Singapore harus tebus … 3 kali lipat …???
Yaaagh ini wajar karena jumlah warga yang dipajakin sedikit … karena populasinya hanya 5.9 juta jiwa …!!! Yaaagh sebagai economic of scale… ketika penduduk sedikit, akhirnya cost nya mahal… beda dengan penduduk Indonesia… so pajak nya dengan penjualan mobil 1 jeti unit pertahun… motor 6 jeti unit pertahun … yaaagh tentu pajaknya per kendaraan jadi lebih murah …!!! Penjualan disana sekitar 11% dibandingkan total penjualan di Indonesia… jadi tambah runyaaam …!!! Last,… kalau melihat seperti ini tentu bersyukur hidup di Indonesia… so memang kalau ada orang Bule bilang Indonesia is like paradise… yaaagh wajar … betoeeel …??? Ciaooo 😀
Pajak kendaraan setinggi itu memang bagian kebijakan mempersulit pemilikan kendaraan pribadi, dan kompenasasinya berupa transport masal umumnya sangat nyaman, jaringan/koneksi luas, dan yg jelas murah banget.
di Malaysia malah tidak ada pajak kendaraan
Karena malaysia masih ingin mendukung industri otomotif lokal dg cara spt itu.
Sementara spore gak ada industri otomotif dan ingin kendalikan populasi kendaraan
Jadi memang beda jauh cara berpikir pemerintahnya
Singapur negara yg luasnya sangat2 kecil, lahan terbatas. Makanya harga mobil dan pajak lendaraan di sana mahal. Maka biar ngga macet ya begitu. Solusi trans massal. Jgn lupa pendapatan di sana bisa 10 x lipat dari Indonesia.
Beda lagi sama Malaysia, di sana tidak ada pajak kendaraan. Klau perpanjang surat kendaraan hanya bayar admin saja sangat murah.
buat apa pendapatan tinggi … kalau harga-harga juga tinggi… yang bagus itu pendapatan tinggi harga-harga muraaah… betoeel ..??? 😀