









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… mungkin banyak yang terkagum ketika Marquez dari posisi paling belakang kemudian bisa menyelesaikan balapan di posis ke-6 … ketika balapan COTA Amerika …!!! Namun kalau dilihat dari sisi data,… terlihat bahwa secara performance Marc Marquez masih belum seperti Marquez yang dulu… data bisa bicara walau ia dikenal sebagai King of COTA …!!! Lhooo gimana dasarnya …???
Ok… kita lihat di lapz ke-1 … kalau kita lihat secara catatan waktu… ia tertinggal sekitar 4.387 detik dibandingkan pembalap yang pegang posisi ke-1 ketika balapan… so mestinya kalau Marquez bisa konsisten… maka setidaknya ‘gap’ nya akan pelan-pelan berkurang …!!! Namun apa yang terjadi …???
Race berlangsung selama 20 lapz… ketika memasuki lapz ke-10 alias 50% dari total balapan… gap dirinya dengan Jack Miller sebagai pembalap terdepan.. selisihnya sekitar 5.306 detik …!!! So ini artinya boro-boro tetap gapn ya sekitar 4.3 detik… malah melorot menjadi 5.3 detik …!!! Jika berbicara lapz tercepat… ia termasuk lumayan cepat dengan catatan waktu 2’03.553 detik … namun masih kalah dengan Bastianini yang sanggup 2’03.521 detik …!!!
Memang Marquez berusaha sekuat tenaga… kita tahu itu… gap terbaik selain di lapz 1… pada lapz ke 15, ia bisa memperkecil gap sebesar 4.440 detik … walau catatan ini masih sedikit lebih besar dibandingkan lapz ke-1 …!!! Sampai last lapz … gap nya malah membesar yaitu 6.617 detik … so faktanya secara catatan waktu gap … ia gak bisa membendung pembalap Ducati… dalam hal ini Bastianini …!!! So … tentu balapan kedepan… tetap Marquez menghadapi lawan yang tangguh… so tidak mudah baginya untuk memperoleh Juara Dunia MotoGP …!!! Last, … kita tunggu balapan berikutnya dimana gak akan banyak tikungan … so stay tuned …!!! Ciaooo 😀
Secara race dari posisi paling buncit akan selalu lebih sulit karena harus mengovertake banyak pembalap di depanya.
Disatu sisi, MM harus hadapi kerumunan pebalap di pack belakang hingga tengah yg dinamikanya gak bisa ditebak, sulit utk konsisten.
Disii lain, Miller atau Bastianini relatif bebas dari kerumunan pebalap dan didukung power mesin sehingga lebh mudah perbaiki pace.
Analisanya koq gtu, variabel pembalap di depan marc gak di masukin?
Kalau analisa bgtu ya cocoknya kalau posisi 1 dan 2
Kalau posisi paling buncit gak bsa pake analisa bgtu, karena banyak pembalap di depannya
Bsa nonjok dri posisi buncit k posisi 6 sdh luar biasa sekali dg ketatnya persaingan motogp sekarang
Kalau cuma sekedar nyodok dari posisi buncit yaaagh susah… sama juga Rossi di tahun 2015 juga nyodok diakhir musim,… so balik lagi,… lihat secara data di lap ke-15 gap nya sudah tinggal 4.440… dia berada di posisi ke-7 … gak terlalu rameee… tapi sampai akhir balapan… jika dibandingkan dengan Bastianini… gap nya bukan menyurut… bahkan semakin melebar… 6.617 detik …!!! Artinya 5 lap selanjutnya … malah melorooot… jika imbang… mestinya diakhir balapan gapnya 4.440 detik tidak 6.617 detik… betoeel …??? 😀
Memang beda kelas kok . Bas tim satelit motor beda dengan pabrikan , dan belum menjadi pembalap yang banyak pengalaman , tetapi cepat dan menang .
Yang satu walaupun pembalap pernah juara dan pengalaman , tapi
pengalaman urakan , culas, sudah cacat , walaupun naik motor kencang tetap pecundang.
Dah gitu aj.
Kalo rossi d valencia 2015 bukan nyodok tp d beri jalan oleh pebalap d depan’a.
balapan dikasih jalan… ??? Ono-ono waeee… lihat aza balapan nya setengah mati nyampe di posisi ke-4 … dari start paling belakang… !!!
Analisa yg bagus