









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… MotoGP Grand Prix America memang termasuk circuit yang cepat… so sebenernya membutuhkan antara dukungan top speed dan kestabilan melibas tikungan …!!! Naaagh banyak keluhan dari racer Yamaha … mengingat motor Yamaha saat ini kurang kencang …!!! Lihat saza pada FP2 yang diselenggarakan… top 10 nya racer semuanya top speednya diatas 340 km/h …!!! Hanya motor Yamaha yang sanggup sekitar 333 km/h … miriiis banget memang …!!!
Namun disinilah kualitas pembalap Quartararo … dimana dengan motor yang kurang mendukung… ia berhasil di posisi ke-3 … dengan catatan waktu 2’02.837 detik …!!! So mengalahkan misalnya Marc Marquez yang berhasil geber 342.8 km/h… namun berada di posisi ke-6 dengan catatan waktu 2’03.041 detik …!!! So kok bisa … pada track mana … ternyata motor paling berperan… ???
Ternyata case pada Granprix di Amrik… sektor T1 dan T4 yang banyak kelak-keloknya… motot Yamaha bisa mencuri waktu … dan ini peran dari Quartararo begitu besar …!!! Sedangkan untuk track yang banyak track lurus… ternyata motor Honda RC213V lebih cepat dibandingkan dengan motor Yamaha… dan ini terjadi pada T2 dan T3 …!!! Last, … memang persoalannya adalah bagaimana top speed dinaikkan… so ini menjadi suatu effort yang besar … betul …??? Ciaooo 😀
Maka dari itu motogp di lombakan disirkuit yang berbelok2 . Dimana bisa diketahui kekuatan dan keunggulan manusia dan motor secara bersamaan yang saling melengkapi untuk yang tercepat dalam finish menaklukan sirkuit.
Fabio tubuh tinggi , tentu lebih berat dan motor lemot , tapi bisa cepat dalam putaran lap.
Berarti bisa disimpulkan motor paling kencang bukan jaminan .
Disini menjadi terlihat kecerdasan rider lah yang berperan dan memanfaatkan peran keunggulan balancing motor pada biru ini .
Motor paling hedon, Rider paling cebol, paling sok kuat kaya alien, paling urakan (kata halusnya agresif) , suka nyosor dengan pembelaan cari limit , ambisi n nafsunya paling tinggi ternyata bukan jaminan .
Padahal prinsipnya katanya jatuh atau menang .
( Ya akhirnya jelas hasilnya , karena nafsu ambisi , akhirnya menutupi logika dan kecerdasnya )
*Mana ada manusia cerdas tiap balapan cari limit sampai jatuh tiap track ? Apa gunanya data coba ?
Hanya orang bodoh saja yang tidak mampu mengukur kemampuaan dirinya , dan mengukur kemampuan motornya , padahal tiap balapn tracknya diulang tiap tahun .
Dan dapat disimpulkan pula , ternyata tiap masing2 merk motor punya kecocokan sendiri2 dalam tiap track.
Kalaupun ada faktor lain yang tidak sesuai dengan keadaan yang seharusnya ataupun dinamis , ya mungkin ad campurtangan konspirasi.