









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… berbicara peperangan sebenernya bukan laaagh semata-mata perang alat-alat tempur … namun yang lebih menarik adalah peperangan ekonomi …!!! Ketika Russia dikeluarkan dari SWIFT, kemudian cadangan devisa sekitar USD 600 milyar dibekukan… terlihat dampaknya begitu signifikan …!!! Mata Uang Rubel yang semula bertengger 1 USD = 81 Rubel … langsung mengalamai depresiasi paraah… bahkan sampai 1 USD = 138 Rubel di tanggal 8 Maret 2022 …!!!
Ketika mata uang suatu negara mengalami depresiasi… so ini bisa mengakibatkan inflasi (imported inflation) … kemudian juga pembayaran external debt juga semakin parah, karena saat ini sekitar USD 470 milyar posisi utangnya …!!! Kemudian karena inflasi tinggi, Bank Sentral Russia harus menaikkan interest rates… so perekonomian juga semakin lesu …!!! Ini belum lageee… biaya perang yang harus dikalkulasi untuk setiap hari logistik, plus setiap alat-alat tempur hancuuur ….!!!
Kebijakan Russia yang mewajibkan negara yang ‘tidak bersahabat’ membayar pakai Rubel… bisa dikatakan cerdik …!!! Langkah ini agar meningkatkan demand for rubel … so ketika hukum ekonomi banyak yang mencari mata uang rubel… tentu exchange rate nya meningkat alias Rubel akan mengalami apresiasi …!!! Ancaman mulai 1 April harus bayar pake Rubel atau gas diputus,… langsung membuat mata uang Rubel menguat … dimana pada 4 April 2022, kurs 1 USD = 81 Rubel… so sudah hampir sama dengan keadaan sebelum invasi Russia ke Ukrania …!!!
Walau demikian, masih banyak homework dan tantangan ekonomi yang akan dihadapi oleh Russia …!!! Banyak pengamat akan melihat bahwa GDP Growth akan mengalami kontraksi sebesar 8%, kemudian inflasi akan terjadi sekitar 20%, dan perkiraan suku bunga sekitar 18% …!!! Tentu keadaan seperti ini bukan laaagh idaman dari para ekonom … coz daya beli riil akan tergerus …!!! Last,… apa yang akan dilakukan untuk mengatasi hal ini… patut disimak tidak hanya soal exchange rate … betoeeel …??? Ciaooo 😀
Leave a Reply