









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… menarik untuk disimak… pertanyaan kalau mau bandingin motor sportz 150cc … ntaaagh itu Honda CBR150R atau New Yamaha R15 kira-kira bisa menggunakan apa yaaagh sebagai alternatif …??? Naaagh kalau bandingin jangan menggunakan motor sportz 250cc baru… apalagi yang 1 cylinder gak ngangkaaat vrooo …!!! Kalau mau pakai motor sportz 250cc 2 cylinder bekas… jangan yang baru lageee… soalnya harganya gak apple-to-jeruk …!!!
Naaagh kalau contohnya adalah Kawasaki Ninja 250R tahun 2018 … sudah 2 cylinder … harganya bekas nya sekitar Rp. 43 – 44 jeti … kondisi masih kinyiz-kinyiz dengan mileage dibawah 10 rebu km …!!! Kalau ini yang mau dibandingkan … baru deegh konsumen akan mikir-mikir… motor sportz 150cc banyak featuresnya … sudah upside down, slipper clutch, quick shifter, TCS … you name it …!!! Yang satu masih serba biasa laaagh… tapi 2 cylinder suara lebih merdu… kalau soal power yaaagh jauh laaagh …!!!
So… disini tentu masih bisa jadi perdebatan… karena 2 cylinder tentu suara nya beda… gengsi nya beda …!!! Tentu konsumen akan terpecah… yaaagh sah-sah saza ada yang pilih tipe motor sportz 150cc yang penting baru… ada yang pilih motor sportz 250cc 2 cylinder walau bekas …!!! Persoalannya adalah stock di market second tidak sebanyak stock pabrikan baru… karena semakin lama umur motor second biasanya mileage sudah banyak… gak kinyiz-kinyiz lageee… alias bakalan banyak betulin nya …!!!
So… dari pembahasan diatas … yang paling penting adalah… ketika ada lawan dari motor baru … lawannya ada yang bisa dijual alias ada value addednya …!!! Jangan sekedar pokokeee displacement tambah walau sama-sama single cylinder… so ini gak bisa masuk …!!! Mau yang single cylinder diadu dengan motor sportz 150cc … bisa juga tapi sebagai contoh Yamaha XMax lansiran 2017 misalnya …!!! Walau ini akan kecil kemungkinannya karena motor sportz vs skutik kurang pas… tapi dalam beberapa case adalah untuk konsumen mapan mungkin bisa mikir-mikir jadi pilihan …!!! Last,… dapat ditarik kesimpulan… kalau mau masuk aliran mending… harus ada lawan yang seimbang secara value … betoeeel …??? Ciaooo 😀
Saya mulai membaca blog Mas Tri sejak sy menyukai motogp bersama dengan berkibarnya Valentino Rossi. Tepatnya tdk ingat apakah tahun 2004-2005. Saya melihat Mas Tri punya pikiran unik untuk sedikit memberi penilaian positif pada merk yang lebih underdog agar berkembang sehingga produsen berlomba memberi produk terbaik bagi konsumen akibat persaingan pasar. Tapi mungkin dengan pikiran tersebut Mas Tri jadi ditinggalkan sebagian fansboy merk lain. Saya mengira bahwa Mas Tri akan runtuh dan berhenti menulis. Tapi hingga saat ini, ternyata Mas Tri masih konsisten menulis. Saya terharu dan mengapresiasi keuletan dan keteguhan di jalan blog spot triatmono ini, bahkan sampai Valentino Rossi pun undur diri dari motogp. Hanya satu kata: “Salut!”