









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… jika inflasi masih terkendali misalnya 2 – 3% gak perlu dikhawatirkan sepanjang salary / income masih meningkat …!!! Hal ini dikemukakan oleh Yale ekonom yaitu James Tobin … yang mengungkapkan bahwa inflasi gak perlu dikhawatirkan sepanjang dari salary sampai dengan social security payment juga ikut diadjust …!!! Teorinya yang disebut ‘shoe leather’ … sepanjang salary ikut naik… maka konsekuensinya… consumers akan sering ke ATM untuk dapat narik uang lebih banyak …!!!
Yaaagh hal ini bisa dimengerti… misalnya inflasi sebesar 5% … gaji buruh misalnya Rp. 3 jeti… kemudian naik menjadi Rp. 3.3 jeti yaaagh gak masalah …!!! Toh secara purcashing power parity nya relatif tetap … ini laaagh mengapa teori James Tobin bisa dimengerti… !!! Masalahnya memang sering kali terjadi ketika inflasi naik… bahkan hyperinflasi … daya beli mengalami penurunan… so hal ini yang berbahaya …!!!
Naaagh berikutnya bagaimana menangani masalah deflasi …??? Hal ini lebih sulit penanganannya dibandingkan dengan inflasi ….!!! Lha kalau inflasi… dilakukan kenaikan interest rate… agar mempengaruhi money supply akan berkurang… maka demand akan menurun… dan akhirnya harga-harga turun …!!! Naaagh kalau deflasi tentu pemikirannya adalah kebalikan … yaitu dengan melakukan penurunan interest rate …!!!
Oleh sebab itu sering kali … Bank sentral atau Monetary Authority melakukan penurunan bunga … agar meningkatkan demand… !!! Yaaagh ini bisa disebut sebagai ‘dovish’ … dimana interest rate acuan dari bank sentral menurun …!!! Namun ketika interest rate sudah mendekati 0% … akan sulit bagi bank sentral untuk menstimulus perekonomian …!!! Bahkan di beberapa negara seperti Switzerland dan Denmark… pernah melakukan interest rate negatif … dalam artian jika menyimpan dalam bentuk deposits malah dikenakan charged …!!!
So… money supply ditingkatkan agar terjadi kenaikan demand… yang diharapkan ekonomi tumbuh dan deflasi pelan-pelan terkerek naik … mencapai angka inflasi yang diinginkan yaitu 2 – 3% …!!! Hal ini laaagh yang dilakukan pula … ketika terjadi economic crash di tahun 2008… dimana sebelum terjadi impact yang lebih parah … dilakukan Quantitative Easing …!!! Quantitative Easing dilakukan dengan melakukan pembelian Government Bond oleh bank sentral dalam jumlah besar… sehingga dapat menstimulus perekonomian …!!!
Pembelian ini baik yang bersifat untuk ekspansi ataupun kontraksi dari sisi money supply … disebut Open Market Operation …!!! So … ketika quantitative easing dilakukan… pemerintah Amrik pegang cash yang besar… dan dari sinilaaagh maka sektor riil dapat digerakkan… so dalam hal ini consumption yang dilakukan pemerintah … komponen G pada GDP …!!! Last,… dari pembahasan terlihat yang diperlukan adalah inflasi stabil… dalam kisaran 2 – 3% per tahun… yang selanjutnya gimana GDP growth dimaksimalkan… !!! Ciaooo 😀
Om…artikel perbandingan utang terhadap GDP.