









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… sudah banyak di ulas dalam Blog ini… kisah para Raja dan Pahlawan Indonesia … so Bangsa Indonesia itu merupakan Bangsa yang besar …!!! Naaagh kisah yang heroik… dan dicatat dalam sejarah adalah Kisah Pangeran Sambernyawa …!!! Pangeran ini begitu menakutkan bagi Belanda… tobaaat tujuh turunan, jika Belanda harus menghadapi Pangeran ini …!!! Juragan kalo bertemu dengan keturunan dari trah Pangeran Sambernyawa… bisa memaklumi… walau sama-sama trah Mataram Islam …!!! Tanpa banyak pengantar … mari kita simak cerita berikut ini … 😀
Pangeran Sambernyawa,… dilahirkan pada tanggal 7 April 1725 di Keraton Surakarta… dan dikenal sebagai Raden Mas Said …!!! Ia adalah putra Sulung dari Pangeran Arya Mangkunegara yaitu Putra dari Sultan Amangkurat IV …!!! Sedangkan Ibu Raden Mas Said adalah Raden Ayu Wulan dari Blitar … !!! Jadi Raja Amangkurat IV ini merupakan cucu dari Sultan Amangkurat I atau cicit dari Sultan Agung …!!!
Amangkurat IV wafat di tahun 1726, Pangeran Arya Mangkunegara tidak terpilih menjadi Raja, melainkan putera dari permaisuri yaitu Raden Mas Prabasuyasa dan bergelar Sri Susuhunan Pakubowono II …!!! Walaupun tidak terpilih sebagai Raja, namun pengaruh Pangeran Arya Mangkunegara sangat besar baik di lingkungan Keraton maupun Rakjat Mataram …!!! Bagi Kompeni Belanda,… Pangeran Arya Mangkunegara ini… sangat diperhitungkan karena pernah melawan Kompeni dan sang Pangeran bersekutu dengan pamannya yaitu Pangeran Purbaya …!!!
Suatu hari Pangeran Arya Mangkunegara ini menonton pertunjukan tari Bedaya di Keraton … dan matanya tertambat pada seorang penari berdarah Tionghoa bernama Wirasmara atau disebut juga Ayu Larasati …!!! Duuuh … melihat wajah nya yang ayu … kulitnya yang putiiih… membuat sang Pangeran kepikiran teruuus… dan dari hari ke hari… terus kepikiran Wirasmara ini …!!! Ia pun gak tahaaan… sudah gandrung gak keruaaan … dan ia ingin mengungkapkan kepada Patih Cakrajaya atau dikenal juga sebagai Patih Danureja …!!!
Maklum … pada waktu itu… jika sudah menjadi penari keraton… yaaagh semuanya harus diketahui oleh Sang Ibu Suri … tentu melalui Sang Patih …!!! Ia pun menghampiri Patih Cakrajaya,… “Kakang Cakrajaya, sejak melihat Wirasmara penari Bedaya di Keraton… aku iki kepikiran terus… sudah mencoba untuk melupakan namun tak bisa… !!! Aku ingin menyunting Wirasmara… seperti Kakang ketahui isteriku Raden Ayu Wulan telah tiada …!!!”. Memang Raden Ayu Wulan meninggal di tahun 1727 … jadi perasaan hati tambah gak keruaaan …!!! Sang Patih pun menjawab,… “Aku bisa mengerti perasaanmu Pangeran,… namun hal ini harus dibicarakan terlebih dulu kepada Sang Ibu Suri …!!! Mohon bersabar Pangeran …!!!”. Demikian diplomatisnya Patih Cakrajaya ketika menjawab sambil mengatur strategy berikutnya …!!!
Patih Cakrajaya sebenarnya sangat membenci Pangeran Arya Mangkunegara … karena pengaruhnya yang sangat luas dan dapat berpotensi merebut tahta …!!! Pangeran Arya Mangkunegara pernah bersama pamannya yaitu Pangeran Purbaya, memberontak melawan Sunan Amangkurat IV … terjadi laaah peperangan Tahta Jawa II dari tahun 1719 – 1723 …!!! Pangeran Purbaya kalah… dan dibuang ke Batavia di tahun 1723 …!!! Namun Pangeran Arya Mangkunegara tidak dihukum… Sunan Amangkurat IV, ayahnya, memaafkan anak tertua yang disayanginya ini …!!! Disini laaagh sang Patih merasa … jengkel dan dendam… ingin ‘membungkam’ Sang Pangeran … melalui isu Wirasmara ini …!!! Last,… kenapa isu Wirasmara, gadis cantik keturunan Tionghoa ini… bisa melumatkan Pangeran Arya Mangkunegara… ikuti kisah silanjutnya …!!!
Link Terkait :
Leave a Reply