









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… artikel ini ditunggu-tunggu banyak pembaca… yaitu artikel tentang penjualan Yamaha pada market domestik …!!! Jurus yang ditebar pabrikan Yamaha sama sekali beda banget dengan pabrikan Honda …!!! Jika pabrikan Honda portfolio meningkat lebih banyak pada segment menengah ke bawah seperti Honda Vario 150, Honda Beat Series dan Honda Scoopy … maka pada pabrikan Yamaha segment yang meningkat justru segment menengah – premium …!!! Yuuuk kita dalami penjualan Yamaha di segment domestik …!!!
Secara total penjualan tahun 2017 (dilihat faktor quantity) terjadi penurunan sebesar 45 rebu unit dibandingkan tahun 2016 …!!! Harus hati-hati melihatnya… meningat segment product Yamaha ini bermain di segment menengah – premium … apa artinya ini …??? Artinya walau jumlah penjualan lebih sedikit … secara revenue bisa menutupi kekurangan pada segment entry level …!!! Ambil contoh penjualan Yamaha XMax,… dimana 1 Yamaha XMax 250 identik dengan 3.75 unit Yamaha Mio M3 … dalam hal ini perbandingan seharga Rp. 57 jeti vs Rp. 15.2 jeti …!!!
Tulang punggung penjualan Yamaha terlihat pada Yamaha NMax, Yamaha Aerox, Yamaha R15 dan Yamaha XMax 250 yang meningkat penjualannya …!!! Tekanan terjadi pada Yamaha Mio Series yang susah melawan Honda Beat Series …!!! Penurunan motor sportz terjadi juga pada Yamaha Vixion… kalau hal naked bikez ini juga terjadi pada kompetitornya… dan lebih disebabkan oleh skutik segment menengah … seperti Yamaha NMax …!!! Response market termasuk bagus untuk Yamaha R15 … dimana all new R15 yang banyak fitur mendongkrak penjualan Yamaha pada sportz fairing… dibandingkan kompetitor Honda CBR150R yang menurun penjualannya …!!!
Terlihat jika penurunan/peningkatan masing-masing penjualan … terus dikalikan dengan harga… dan selanjutnya ditotal, maka akan didapatkan (surplus/defisit atau delta) revenue dibandingkan penjualan tahun sebelumnya …!!! Terlihat pada tabel… asumsi harga yang diambil menggunakan pendekatan konservatif… misalnya untuk Yamaha Aerox 155 harga yang diambil tipe standard, bukan tipe R apalagi tipe S …!!! Untuk product lainnya… paling banyak product entry level seperti Soul GT, Vega, Jupiter Z1 dan asumsi harga sudah dinaikkan sebesar Rp. 18 jeti …!!! Dari sini terlihat revenue penjualan pabrikan Yamaha malahan surplus atau lebih tinggi…. sebesar Rp. 606 miliar dibandingkan tahun 2016 …!!!
Kenapa ini bisa terjadi …??? Yup,.. karena Yamaha Aerox 155 yang masuk di tahun 2017 … langsung nyetor 150 rebu unit… dan menambah kocek Rp. 3.4 triliun … !!! Jadi istilahnya ‘short’ disisi entry level… langsung ditutupi oleh ‘long’ pada segment medium – premium …!!! Kembali total revenue belum ditambah dengan penjualan ekspor yang didominasi dengan segment menengah – premium …!!! So, dari sini jelas… menurun nya market share quantity dari 23.5% menjadi 22.9% di tahun 2017… tidak menurunkan revenue… malah meningkatkan revenue …!!! Ini fakta yang dihitung.. jadi kalau sekedar menghitung total quantity market share… yooo iso diguyu piteeeek bin sowaaang …!!!
Monggo kalau mau menghitung hal yang sama untuk kompetitor pabrikan Honda misalnya… juragan nggak tega aza nampilin …!!! Sudah siiih dibikin perkiraan … jadi jangan terjebak akan potret penjualan motor secara kuantitas …!!! Yang dikira menurun secara kuantitas market sharenya… malah revenue nya tambah surplus… demikian pula… dapat sebaliknya … monggo mawon dibuktiken …!!! Last,… kembali strategy pabrikan Yamaha ternyata berperan… kita kupas lebih dalam yaaa kenapa kok bisa seperti itu …!!! Ciaooo 😀
logis pemikiran om tri, saya jg berpikir demikian. sudah saatnya honda berubah. jgn terlalu overpress
KEKALAHAN YAMAHA CM SATU PROMONYA KURANG, COBA KALO KY TH 2007-2009 DMANA PROMONYA GILA GILAAN PAS JAMAN VIXION APALAGI. KRN DISINI PRODUK SAMPAH KL DIIKLANIN TERUS TERUSAN PASTI JD LAKU.
Mas Tri, ingin tau yg merk sebelah. 😁 Buat aza artikel nya biar ada pencerahan bagi marketing yg membela membabi buta.
Iso di guyu piteeeeek se kelurahaaaaaan?!!!
walaupun revenue ymh naik tahun ini tapi pemasukan kas dari lain – lain menjadi turun, unit yang terjual akan kembali ke pabrikan, seperti biaya untuk jasa pemeliharaan unit / service dan suku cadang seperti oli, brake pad dan part fast moving lain, beda dengan hnd revenue turun, tapi dampak dari unit yang dijual ke pasar akan kembali ke pabrikan, biaya service dan suku cadang bisa jadi pemasukan lain – lain yang mana dikalikan dengan unit yang terjual, harus jadi catatan penting juga
Produk yamaha memang bagus2, tp untuk bersaing dengan honda nanti dulu, jauh pake banget
ini baru bener…mas tri emang beda