









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… melihat data perkembangan market share dari tahun 2010… terlihat market share pabrikan Honda meningkat cukup pesat… rata-rata mengalami peningkatan ekspansi sekitar 4.5% per tahun …!!! Dari tahun 2010 sekitar 46% menguasai market share… sampai dengan bulan September 2016 sekitar 73% telah menguasai market share di Indonesia …!!! Potret market share di industri motor… beda jauuuh dengan potret market share di industri mobil… di Indonesia …!!! Suka nggak suka begini laaagh potretnya… coz this’s a fact… neng uriiip nang dunyooo yooo kudu nerimo fakta… betoeeel …???
Lhaaa kira-kira gimana potretnya dalam 5 tahun ke depan …??? Ambil deegh ekspansinya sekitar 4% aza konservatif approach… nggak 4.5% sebagaimana rata-rata perhitungan diatas …!!! Dalam 5 tahun kedepan… jika sesuai perhitungan diatas kertas… dalam artian nggak ada kejadian istimewa… nggak ada improvement hebat dari kompetitor… maka market share honda diperkirakan mencapai 93% di akhir tahun 2021 …!!! Naaagh jika demikian… 9 dari 10 motor yang seliweran di jalanan di tahun 2021… adalah motor Honda … logis khan pemaparannya … betoeel… ???
Naaagh… sejatine yang berlebihan itu mesti ora apiiik… buktine opo mas …??? Duwe motor okeeeh… ono konco juragan duwe 30 motor lebih… yooo mumeeet… juragane punya beberapa aja mumeeet mau pake yang mana … okeh nganggur nyaaa …!!! Punya pacaaar akeeeh… konco juragan biyeeen… yooo mumeeet … main kucing-kucingan… ampeee jebloook kuliaheee mergo akeh pacareee …!!! Seng punya bojo akeeeh yooo ruweet… dengkuleee sampe ngeluuu… belum ndase tambah mumeeet… akeeeh anak nek geger tambah ngelu siraheee …!!! Luwih apiiik kuwi ono keseimbangan… opo waeee laaagh… duniyo dan akherat… supply karo demand… etc …!!!
Naaagh… semakin dalam penguasaan market share oleh suatu pabrikan… maka posisi nya dalam Intra Industry Rivalry semakin kuat … iki menurut Micahel Porter … !!! Bargaining Power of Suppliers dan Bargaining Power of Buyers akan semakin lemah… !!! Bagaimana dengan new entrants …??? New Entrants butuh waktu… untuk kembali masuk ke Intra Industry Rivalry … bagaimana threats of substitutes …??? Untuk income percapita Indonesia… motor masih kuat menjadi pilihan masyarakat… mobil masih segmented… MRT belum ketahuan pengaruhnya ke demand motor …!!! Juragan nggak perlu bahas … apa efeknya jika bargaining power of supplier dan/atau buyers melemah …!!!
Tentu saza jika ada yang lemah tentu ada yang kuat… jika ada yang ‘nangis’ tentu juga ada yang ‘jingkrak-jingkrak’ kegirangan …!!! Apapun itu… cuma ‘roso’ … ibarat rasa manis atau pahit… !!! Sudah siapkan kita akan rasa pahit… melihat ada yang menegak rasa pahit… sedangkan sebagian kecil akan menegak rasa manis …??? Yooo monggo mawon … kita simak dalam 5 tahun kedepan… iki bukan ramalan … mung sekedar corat-coret … dikaitkan dengan ilmu dunyooo… nggak ada yang istimewa seeegh …!!! Last,… yang lebih penting adalah mau di posisi mana kita berpihak… neeek juragane sudah merasa ‘tuwo’ … sooo mungkin dianter pake supir opo pake taxi… luwih penak … betoooel …??? 😀
Kalo sesuai isu kartel yg berkembang, arahnya akan ketauan lah, jadi gak akan dominasi total, dominasi total ya di produk kartel itu, nah konsumen dibikin bosem sama yg berkuasa, dan bolak balik doank, tapi di prosentasi ya pabrikan kecil yang mati
mungkin tidak 100%… namun apa bedanya 100% dengan 99% atau 98% atau 97%… ??? Coz dampaknya secara ekonomi pertanyaannya adalah apakah signifikan atau tidak …??? Minoritas tidak akan dapat berbuat banyak dibandingkan dengan mayoritas… betoeeel …??? 😀
Saya cuma memotret situasi hari ini, apakah Honda (AHM) benar sudah bisa memenuhi semua harapan/kebutuhan konsumennya?
Mungkin tdk 100% konsumen, katakanlah 75% konsumennya saja, apakah mereka ini benar2 sudah puas dg produk dan layanannya after sales-nya?
Karan faktor inilah yg menentukan growth 4% kedepan itu bisa terealisasi atau tidak
Berbicara supply dan demand… terutama di intra industry rivalry… sangat tergantung dari peran kompetitor… kalau sudah tidak ada kompetitor sama aja OMR… apakah konsumen bisa protes …??? Apakaagh penonton bisa protes situasi seperti itu …??? Paling juga… kalau suka beli nggak suka jgn dibeli… that’s all… !!! Jika konsumen gak puas… kompetitor kelenger… langsung bisa mencapai 100%… any question …??? 😀
In the end of the day, no matter berapapun besarnya MS yg dipegang A*, pihak principal tetap ingin RoI atas investasi yg gak sedikit di Indonesia itu segera tercapai, dan A* akan tetap mikir agar pabrik segede itu tetap berjalan, berikut belasan ribu pekerjanya agar tetap gajian tiap bulan, belum lagi setoran tetap ke jepun.
Utk bisa penuhi hal tsb, A* tetep butuh konsumen “abadi” yg terus membeli produk mereka
semesta dan Tuhan telah mengajarkan pentingnya YIN dan Yang bagi manusia..
semua tergantung A* sih, kalo stagnan bin bebel kaya tahun 2000an awal sih, bisa jadi market sharenya mengkeret lg dibabat kompetitor. dari smua kompetitor honda sih yang mungkin bikin kejuatan cuma yamaha, tapi lihat yamaha sekarang kayanya sih bakalan bgini2 aja actionnya.
bisa balik ke era supra sama mega pro.. konsumen gak ada pilihan karena kompetitornya pada klengerr… jadi mau gak mau pilihan konsumen cuma supra ama mega pro… begitulah critanye…
Kalau mau bisa saja kok A* menguasai 90% lebih Market Share sepeda motor di Indonesia. soalnya dipikiran konsumen awam tahunya cuma motor Honda A* yang paling irit BBM. sedangkan Yamaha, Suzuki, Kawasaki DLL itu sangat boros BBM.
Itu hebatnya brand motor Honda di Indonesia, sangat kuat mindset irit BBM nya. Dan sales dangdut dealer motor Honda yang setiap hari sebar brosur di jalanan sangat terbantu akan mindset yang sudah mengakar kuat tersebut. Juga mindset-mindset positif lainnya yang berkaitan dengan motor Honda di Indonesia.
Khusus untuk Brand Yamaha di Indonesia harus tahu diri, Dan sebaiknya tidak perlu Black Campaign motor Honda. karena di mata konsumen Indonesia Honda itu motor paling sempurna.
sok atuh… dikuasai market nya… asiiik tambah case study… 😀
Yg ngeri itu dampaknya bila suatu perusahan terlalu dominan bisa mendikte loh mengeksploitasi konsumen dan mengambil keuntungan terlalu besar dalam jangka panjang, beda kalau ada persaingan konsumen jadi di untungkan dari segi harga dan mutu.
Ingat juga,market pabrikan bisa besar karena konsumen secara sukarela membeli produknya. Konsumen gak dipaksa lhooo.. So,preferensi konsumen lah yang berperan. Ingat case study mio..kita ambil satu cluster sampling ya. Tatkala hampir semua konsumen menggunakan mio dan pabrikan terlena, maka kompetitor yang cerdik akan bisa membalik preferensi konsumen.
Semua terserah konsumen..
Selagi demand bisa dipenuhi oleh produsen, & konsumen mendapatkan kepuasan dari nilai guna pruduk
Maka profit,market, etc, bisa di kuasi peodusen yg dimaksud
Yg jadi pertanyaan, apakah produsen yg “kalah” tdk bisa memenuhi demand ?
Atau produk ny tidak bisa memberi kepuasan & nilai guna sebaik “sipenguasa”..
Sehingga berdampak terhadap TRUST of produk..
IMHO..*ngawurlogi