









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… melihat suatu persoalan memang harus utuh… apalagi jika apa yang dipersoalkan sudah ada di kontrak …!!! Kontrak yang telah ditandatangani adalah perikatan antara dua pihak aka bi-partit …!!! Naaagh tentu saja dalam kasus Jorge Lorenzo yang punya kontrak dengan Yamaha di tahun 2016 ini… larangan untuk uji test motor Ducati … kudu mengacu pada kontrak …!!! Sejatine kontrak ya harus diikuti… karena perikatan tadi… kalau nggak setuju yaaa jangan teken gampang thooo …???
Pada kontrak Lorenzo dengan Yamaha terdapat klausula kontrak berlaku sampai 31 Desember 2016 … dan selama itu tidak ada pembalap Yamaha yang melakukan test motor untuk pabrikan lain …!!! Jadi sudah jelas… dan klausula itu nggak bersyarat… misalnya dalam hal tertentu diperbolehkan etc …!!! Jadi jika Lorenzo menyebut bahwa dia kecewa tidak diizinkan oleh Yamaha… yaaa menurut juragan dia salah… opo ndak dibaca itu kontraknya sebelum diteken …???
Lha kalau keputusan teken dari dirinya sendiri… sudah manteeep hooooh… sampai tanggal 31 Desember 2016… mestinya nggak ada pertanyaan apa bisa mengetest motor setelah ajang Valencia berakhir …??? Ini bukan soal ajang Valencia atau apa… ada nggak di kontrak… sebelum atau sesudah tanggal 31 Desember 2016 …??? Jadi kalau dibilang kecewa… yooo aneh… lha wong teken-teken sendiri kok …!!! Persoalan menurut Jarvis… tidak hanya sport namun bisnis… itu soal lain… namun bicara kontrak dengan adanya hak dan kewajiban yaaa harus tunduk … kalau tidak ada sanksi itu yang juragan tahu …!!! Last,… pengungkapan apa adanya penting… agar tahu duduk persoalannya… betoeeel …??? 😀
Leave a Reply