









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… sebagaimana dilansir salah satu media… kasus dugaan kartel sepeda motor skutik 110-125cc di tahun 2014 … semakin ‘memanas’ …!!! Hal ini ditenggarai di tahun 2014 … pabrikan Suzuki hanya menaikkan harga 1 kali… sedangkan pabrikan Honda dan Yamaha sampe 3 kali …!!!
“Kita tahu upah itu sama di Indonesia, dan dia (Suzuki) materialnya 90 persen lokal. Seharusnya hal itu tidak jauh beda dengan pesaingnya katakan market leader,” kata salah satu tim Investigator KPPU.
Menurut Department Head Marketing Suzuki… ia tidak sependapat kebijakan menaikan harga jual yang dilakukan pabrikan Yamaha dan Honda lantaran alasan faktor eksternal di pasar otomotif, seperti kenaikan harga besi logam… sampai menaikan harga lebih dari 2 kali dalam satu tahun …!!! Memang jika ada eksternal shock… mosok sampai naikkan harga motor sampai 3 kali… pihak Suzuki hanya menaikkan 1 kali di bulan Februari 2014 …!!!
Hal ini menurut tim investigator … dugaan kartel semakin kuat diantara kedua pabrikan tersebut …!!! Naaagh menurut juragan,… kita serahkan saza kepada pihak berwenang untuk memutuskan apakah dugaan kartel tersebut… terbukti atau tidak …!!! Last,… secara teori dan praktek ekonomi yang sehat… segala bentuk monopoli dan/atau kartel… membuat persaingan usaha menjadi tidak sehat… dan ujung-ujungnya konsumen dalam hal ini rakjat Indonesia… yang bakalan dirugikan … !!! 😀
Masih gak ngeh dgn dugaan kartel ini. Toh suzuki jualan di kisaran harga yg beda sejutaan aja dgn rivalnya. Lha honda dan yamaha udah kerja keras dengan anggaran yg gede buat bangun brand image, jaringan bengkel, dukungan part, resale value dll. Ambil keuntungan lebih dari suzuki mosok dianggap gak wajar. Nyiarin moto gp dikira bayar pake daun?
“Lho ini kan justru bagus kalo harga motor turun dengan mengangkat hal ini?…” ya silahkan coba beli tvs dazz dan rasakan bedanya dari segi produk, service, sparepart, usaha marketing, aftersales dll.
Usaha membangun itu semua wajar dihargai lebih dan nggak ada yg memaksa harus beli yamaha/honda. Gw pribadi lebih suka suzuki, tp godaan value honda dan yamaha memang kuat sekali
Yaa kalo ngelihat barangnya terutama beat vs mio vs address selain faktor gencarnya marketing plus gimmick ada + – masing2 tp saya pake 4 brand its all good. Gw sangat puas dengan kualitas material dan part shogun125 dan nex, gw juga puas dengan scoopy yg irit dan cakepnya ampun. Begitu juga terkesima dengan keluwesan dan kestabilan mio ditekuk kanan kiri.
lha kalo yamaha buat nyiarin moto GP
kalo honda buat bayar team SWEAT
case close
Honda bahar iklan di fox kalo gak salah, jadi apple to apple secara marketing, coba kalo sering nonton, iklan honda lebih sering tayang di bioskop sekelas the premiere, itu mahal iklanya, intinya brand yamaha dan honda sudah joran di iklan
Lihat brand ambasador yamaha sama honda, apa ada dari mereka yang pake artis murahan? Sekelas yang lokal aja,
Tapi paling bagus sih tetep harga turun, soalnya yang di untungkan konsumen, cuma ya siap siap produk premium honda dan yamaha bakalan di downgrade abis abisan buat nutup kurangnya provit mereka, nan kalo dah gitu pilihan kita cuma 2, ambil entry level mereka, atau sekalian pake moge punya mereka
begini mas, anda lebih suka suzuki kan, sama. bahkan ane mulai mengenal dan ngefans dgn suzuki. karena Address.
simpelnya begini, produk mahal tetapi build quality ala kadar itu bagaimana? okelah menang di fitur. tetapi setiap komponen/part yang ada tidak awet. sering ganti, sering ngebengkel. bahkan banyak yg sudah dicuci otak, ngebengkel sering, ganti sparepart sering asalkan sparepart ready dan lokasi bengkel dimana mana = wajar. klo ane mah ogah.
contoh motor seharga 21.5 juta 150cc sebelah, selalu ada saja yg spakbornya belakangnya miring, lampu belakang sering mati, motor getar ketika dijalankan, bodi tipis, cat alakadar. itu kan nggak sesuai dengan harganya. itu sepele lo.
harga mahal boleh2 saja. tetapi kualitas produknya harus dijaga dong, jangan kejar setoran saja.
Sampean yakin orang indonesia rajin ngurus motor? Motor2 buat kerja maupun untuk ibu2 dan anak sekolah. Pekerja selain soal duit juga banyak hal yg diurusnya.no time
Ibu2? Boro2 servis, bisa make lampu sein aja udah syukur.
Pelajar, kalau cowo tergantung duit ortunya. Kalo cewe=ibu2
Intinya jika tu produk gak durable, gak irit, gak trendy, ya gak bakal laku…meskipun gw rasakan part fast moving suzuki jauh lebih awet memang (dan ini sebenernya lebih cocok bagi yg gak punya waktu antri di bengkel. Cukup ganti oli), tp honda yamaha banyak faktor + lainnya. Penjualan honda beat 2juta unit/tahun itu gak mungkin terjadi jika gak bagus barangnya mengingat kebanyakan orang tu gak rawat motor serajin otomotif enthusiast kyk blogger otomotif dan para penginjung warung
Oh ya tambahan. Rasa aman dr honda yamaha terkait keberlangsungan pelayanan makin terasa karena saya juga punya bajaj pulsar. Melihat kondisi SIS sekarang yg fokusnya malah di roda4, tutupnya pabrik di malaysia, dan total penjualan suzuki yg miris bgt itu bikin mikir.
Belom lagi entah designernya terlalu jenius atau apa kok produk yg diluncurkan banyak yg kurang diterima pasar. Youngstar, burgmann cbu mahal, inazuma mungkin salah nama, hayate, skydrive, nama besar shogun dan smash diutak atik jadi axelo dan titan dengan desain yang ya gitu deh. Telat main sport 150cc padahal mesin satria ready dari dulu, sistem maticnya nunggu rpm agak tinggi baru jalan… Banyak deh. Makanya gw bilang sih ada + dan – masing2 diantara 4 jepang itu
Di Blog lain ngga dibahas masalah kartel Yamaha & Honda. Tapi kenapa mereka malah bilangnya Gus Tri yang ternakan pabrikan??? Malah jelas jelas di blog bisikan satan® bilang amit-amit kalau harga motor turun. Jadi kelihatan mana yang sebenarnya penjilat pabrikan. malah itu komentar disana puas-puasin fitnah & menjelekan Gus Tri.
provokator nihh…..
sama sama produk jepang, jd kongkalikong deh.
Blogger gembrot malah bilang amit-amit kalau harga motor majikannya diturunkan. wkwkwkwkk
kang bukannya lazim ya kalo mau jualan lebih laku kita harus jor joran di biaya marketing… contoh paling nyata yaa suzuki, mereka lebih fokus di roda 4 karena memang lebih menjanjikan, apalagi yang paling laris notabene adalah mobil lcgc.. dimana sapi perahnya pabrikan.. kalo mereka fokus d roda 2, ujung2nya bakalan disangkutin ama kartel juga.. toh refreshment produk sekarang udah bukan bilangan tahun lagi.. bilangannya bulan kang.. kan nggak sedikit, biaya marketing, belum biaya operasional test produk, buat sample, buat mold, buat produk test, sampai ke tahap produksi massal, semua butuh biaya kang… makanya pabrikan suzuki naikin harga cuma sekali soalnya produk yang harus direfresh cuma beberapa saja.. kalo honda dan yamaha udah ketahuan line up mereka banyak kang…
Pembaca blog (konsumen) perlu tahu proses pengadilannya. Maka beruntung ada Blogger yang tidak terikat pabrikan spt Gus Tri, maka bebas aja buat artikel berita soal isu kartel Yamaha dan Honda.
Mau benar atau tidak dan mau terbukti atau tidak soal isu kartel yang dilakukan Yamaha dan Honda, yang penting artikel berita proses sidangnya perlu disampaikan ke pembaca blog.
Kelihatan kan mana sebenarnya yang asli penjilat pabrikan??? Dari hal ini saja sudah ngga bisa dibantah kalau banyak bukti ada sekelompok blogger nunut sama pabrikan, namun mereka dibantu fansboy malah buat standar ganda memutar balik fakta!!!
Sayang ada terduga Honda nya yak.
Kalau terduga isu kartel cuma hanya Yamaha, waw bisa habis dikulitin seantreo blog dollar. Hahahahaha
kalau pabrikan kaya suzuki, tvs bisa kasih harga dibawah honda n ymh, padahal produk mereka lakunya cuma dikit….. masa ymh n honda harganya diatas mereka ? yg jelas2 lakunya banyak…. bisa ditarik kesimpulan sendiri….
oo,,begitu ya,,,
hmmm,,,sudah kuduga
Nah loh wkwkwkkkkkk
blog keren iki…
Liput terus Gustri. Penasaran nanti ending kayak gimana.
makin banyak produksi seharusnya memang makin murah bukan makin mahal, karwna biaaya produksi (bahan, material,dll) akan mnjafi lebih murah.
penambah wawasan bgi reader, bahwa diluar sana pernah terjadi kartelisasi roda dua..