









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… miris juga kalo membaca komentar… yang menyebutkan bahwa export motor nggak boleh dihitung… itu khan masuk penghitungan di negara tujuan …!!! Ada lagi yang menanyakan kok bisa export memakmurkan rakjat … ??? Duuugh … yoo ngene yang dialami… namun pelan-pelan juragan coba jelaskan… beeen paham beeen pinter… lama-lama Indonesia bisa maju …!!! Naaagh persoalan exprot itu sangat terkait dengan Gross Domestic Product (GDP) suatu negara …!!!
Sebagaimana rumus GDP = Consumption (C) + Investment (I) + Government Expenditure (G) + Export (X) – Import (M) …!!! Ketika sebuah motor diexport… tentu menghasilkan devisa… naaagh jika faktor lainnya tetap … otomatis GDP akan naik …!!! Duit yang masuk… akan dipakai untuk consumption… misalnya pegawainya dapat gaji… terus beli bahan makanan, beli rumah etc… itu akan menaikkan Consumption (C) … jadi bisa snow ball effect …!!! Parts yang dibikin di dalam negeri juga keciprataaan… akhirnya GDP meningkat …!!!
Naaagh jika GDP meningkat… maka income percapita yang mempunyai rumus, income percapita = GDP / jumlah penduduk… maka otomatis akan meningkat pula income percapita… mengingat GDP naik … yang lain cateris paribus …!!! Demikian pula sebaliknya… semakin banyak import… semakin miskin bangsa ini …!!! Last,… mudah-mudahan makin jelas… bagaimana pentingnya export… agar rakjat semakin sejahtera… opo ora seneng rakjat sejahtera taaagh …??? 😀
Kalo part. Ya dibikin negara yg menerima export gimana mas ? Laguan yg maju juga cuma karyawan yamaha yg nerima gaji dari produksi .otor dan pabrik sparepart yamaha, kecuali ibu2 kang sayur kecipratan .. 😁😂 wong yg kecipratan cuma karyawan yamaha kok,, mereka yg bikin motor dan ciptakan sparepart. Ya, sedang d luar negri pasti lama lama juga bisa ciptakan sparepart sendiri tidak bergantung terus kepada indonesia..
karyawan yamaha juga… dari income yang diterima… juga konsumsi sayur dari ibu-ibu sayur… bayar uang sekolah anaknya… beli rumah di indonesia… lhaaa sama juga ekonomi bergerak thooo …???
Pasti lama2 luar negeri bikin sendiri motor dan sparepartnya mas, seperti indonesia, masa mereka gak mikir.. dan maksud saya hal itu hanya sedikit berpengaruh pada ekonomi, seberapa banyak sih karyawan yamaha indonesia yg nerima gaji ? Kan laba nya kebih banyak masuk ke yg punya pabrik / saham pabrikan, tidak semua masuk ke gaji mereka, paling gaji mereka cuma 10 persen saja dari hasil export, sisanya masuk ke yg punya pabrikan.. alias duit gak muter banyak pada di tangan masyarakat..
Tambah lagi mas tri, dengan adanya export akan membuat kurs rupiah menguat ! Ekonomi makin kuat. Tapi dilema juga sih. Kalo kurs kita kuat nanti barang dalam negerinya dibilang mahal sama luar negeri. Wkwk. Mas tri bisa bikin artikel ini kapan kapan mungkin. Thanks.
nanti dibikin lageee…. jangan lupa lhooo… ketika rupiah menguat… sebenernya income percapita yang diukur dengan USD dollar… juga bertambah besar…
Persoalan ekspor yang akan melemah… tergantung berapa persen menguatnya… jika smoothing mungkin tidak terasa bagi konsumen di luar negeri
Sipp, oh bunder makanya cintailah produk2 dlm negeri shg mengurangi ketergantungan produk luar.
Semakin laku produk impor sama saja mematikan produk lokal (tdk laku).
betul mas….
dijelasin kayak apa ttp mbebel jeee…
pelan-pelan… kalau perlu bacanya 3 – 4 kali…
Itu lah kenapa dl bangsa kita dijajah 3,5 abad gus. Saking egoisnya, yg penting jagoan/sesembahan gue menang peduli amat ama negara
mestinya sudah berkurang bekasnya… lagian kalau nggak kita yang mau bangun ini bangsa…. siapa lageee …???
Wkwwkwkkk sales FBH yg biasa sebar brosur mana mudeng masalah eksport import.
org luar negeri aja suka produk Indonesia, apalagi kita org asli indonesia
apalagi kalau merek asli indonesia macam GESITS berhasil nembus pasar luar negeri. makin mantap efek bola saljunya bagi perekonomian Indonesia.
Makanya jangan dibeli sm orang Indonesia, biar ekspor ja n lbh ditingkatkan utk mensejahterakan rakyat… betul??? 😁
kelas menengah bakal makin meledak.. ekonomi bergerak cepat