









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… penjualan bulan Juni 2016 sudah keluar… angkanya di kisaran 518.878 unit …!!! Angka ini terus terang memprihatinkan… lha wong jika dibandingkan dengan tahun lalu… yang akan menyambut lebaran… jelas angka ini mengalami penurunan sekitar 10%… dimana tahun lalu mencapai angka 574 rebu unit …!!!
Jika gini-gini terus… sudah kebayang daaagh… total penjualan tahun ini bakalan turun dibandingkan tahun lalu …!!! Jika tahun lalu masih bisa terjual sekitar 6.48 jeti… tahun ini bisa dapet 6 juta unit aza sudah bagus …!!! Impactnya apa… mesin-mesin produksi akan lebih banyak yang idle… generating profit akan semakin berat… penurunan dan/atau kerugian pabrikan akan semakin terbayang …!!!
Pabrikan akan berusaha memaksimalkan profit… atau setidaknya meningkatkan revenue dan menurunkan expenses …!!! Bagaimana caranya meningkatkan revenue … padahal quantity penjualan menurun …??? Yup,.. harga kudu dinaikkan… coz total revenue = price x quantity …!!! Product akan ‘dipaksa’ disetting overprice … konsumen ‘didoktrin’ agar membeli product yang overprice… naaagh bagaimana dengan expense ..???
Tentu expense akan dikurangi… semua biaya-biaya yang dapat dihemat ya dihemat …!!! Biaya yang nggak ada kaitannya dengan produksi dan penjualan… akan dicoba dikurangi …!!! Biaya lain yang masih dapat ditekan seperti advertising cost… juga akan ditekan… !!! Last,… persoalan akan semakin ruweeet daaagh… next artikel jika ada waktu kita bahas …!!! Ciaoo 😀
Mgkin ekspor akan sedikit banyak membantu soalo revenue, jd g perlu produknya dibuat overprice, y setidaknya nearly overprice lah.. Upps..
kalo buat ahaem mah ga masalah mas, pasti laku walau harga aneh, wong yang di jual kelas menengah ke bawah lebihke kuantiti bukan bkualitas, gatau buat Yimm ???
Semakin ekonomi lesu, share honda akan semakin besar.
Gak ada hubungan dgn kemampuan marketing yg skrg. Bisa dilihat dr tidak lakunya ayago yg lebih ke motor hobi setelah itu mungkin batangan 150cc, sebaliknya matic entry lvl sharenya semakin besar. Jadi mungkin bagian marketing bakal kena pangkas.
Yamaha tahun ini aja ngga ikut GIAAS…
ajang2 promo2 yg biasanya wah aja dikurangi, mudik bareng juga ngga ada….
akibat efek domino lesunya ekonomi, jangan buta, !kita sudah mulai memasuki resesi….indikator baiknya suatu negara juga bisa dilihat dari jumlahn penjualan kendaraan bermotor….
woo, makane kok yimm gak ada mudik bareng yo mas..eh tapi beberapa tahun terakhir saya amati. marcomnya yimm gak sedahsyat dulu ya..ketika mereka banyak menelorkan produk yang berbedan, nah justru karena sekarang PODnya kian mengecil harusnya kan lebih greget…
Lha sing terlanjur bangun plan Baru ki piye om…padahal export nggak??
gara2 penjualan yg turun sekelas astra aj mulai kurangin karyawan DW nya. Gara2 target Beat 200rb per bln ga tercapai. Kalo merk laen malah udh banyak yg drumahin jd ga kaget.
Om untuk perusahaan seperti Suzuki jd semakin sulit posisinya ya? Mereka sdh efisiensi dengan mematikan bbrp produk dan fokus di 2 produk saja, mengurangi biaya promo/advertising dan skrg penjualan gak kunjung membaik. Solusi untuk mereka apa ya om, agar bs bertahan survive dalam kondisi yg sulit skrg ini? Apa ya harus ikut-ikutan naikan harga?
mas tri gimana nggak bahas honda dan yamaha yang dituntut KPPU?
Kayaknya kalau menaikan harga produk akan menjadi buah simalakama sdk Y dan H sedang terjerat kasus kartel harga dan monopoli. Apa konsumen mau mengeluarkan uang lebih dlm keadan ekonomi lesu sdg kbtuhan primer saja pasti pengeluaran ketat berhemat.
http://m.detik.com/news/suara-pembaca/3256909/diler-menolak-pembelian-motor-secara-tunai