









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… jika kita lihat data … angka penjualan motor di bulan Januari 2016 sebesar 416 rebu unit… bisa dikatakan paling rendah sejak 5 (lima) tahun ke belakang …!!! Ngeri memang… jika industri otomotif nggak bisa jual product aka demand menurun… waaagh nggak usah disebut… ruweeet aza dan negatif impact sudah bakalan terbayang …!!! Memang pabrikan yang bisa export… akan tertolong… coz tentu saza penjualan export walaupun tidak dihitung… tetap saza secara accounting dihitung… secara devisa juga masuk …!!!
Naaagh… skim pembiayaan dalam penjualan suatu product adalah kredit… dan kembali persoalan kredit juga berhadapan dengan suku bunga kredit …!!! Tentu saza bicara suku bunga kredit… pihak kreditur kudu menghitung cost of fund… biar nggak buntung …!!! Sekarang memang kredit selalu 2 digit aka diatas 10%… so akan diusahakan menjadi single digit aka 9% … so ini mirip quantitative easing yang dilakukan negara Amrik …!!!
Lha terus gimana caranya …??? Yup,… betul cost of fund lagi ditekan… dengan cara dipagu misalnya deposit rate hanya 5% … khusus bagi para deposan besar …!!! Jika ini bisa terjadi… maka cost of fund murah… cateris paribus… maka lending rate pun akan murah …!!! Jika ini terjadi… maka bisa diharapkan market akan gairah… demand meningkat… growth GDP meningkat… dan kemakmuran pun akan tercipta …!!! Last,… masih banyak lageee… hal yang bisa dioptimalkan… next artikel kita bahas …!!! Ciaooo 😀
Kalau benar efeknya pada segmen otomotif, saya kok ngeri dg “economic bubble” ya?
Mayoritas nasabah leasing sepeda motor itu menjadikan “upah lembur” sbg andalan cicilan. Padahal situasi eknonomi makro juga unpredictable, meski pemerintah sudah berikan banyak “angin segar”
Sebetulnya, aturan DP 30% siterapkan dengan benar, tidak diakali dengan cara apapun.
Itu sudah dapat mencegah…
DP 30% masih bisa dikejar dg nabung sisa gaji + lembur 2 bulan mas….
Begitu jalan nyicil, ternyata 6 bulan kemudian ternyata perusahaan sdg slow down, lembur dipangkas habis, lalu bingung deh gimana lanjut nyicilnya……
waksss berurusan dengan bunga selalu ribet ya gus
klo bisa pajak pun di turunkan hehe
banyak yang ambil motor kredit..
tapi karena ekonomi lagi lesu.. banyak yg nggak bisa bayar angsuran bulanan.. trus ditarik leasing..
sama leasing di lelang.. trus dibeli sama showroom2 mokas
pasar motor bekas jadi bergairah..
Dengan bunga bank diturunkan diharapkan ekonoomi bergairah dan inflasi bisa turun. Tapi bila yang terjadi inflasi gak bisa ditekan dan kenaikan ekonomi gak sesuai harapan……gantian para bankir yg jd termehek mehek.
Dah banyak contoh buruk krn sistem kredit dgn bunga. Masih mengharapkan perbaikan ekonomi dari sistem ini?
Suku bunga motor saat ini berkisaar 35% hingga 50%. Ini saya hitung balik bunga anuitas dari tabel cicilan motor yang ada sekarang. Untuk menurunkan bunga kredit motor ke single digit rasanya mustahil Turunkan ke angka 20% saja rasanya mustahil. Leasing tentu menentukan angka ini berdasarkan risiko gagal bayar yang tinggi dan mungkin juga fee-fee yang makin tinggi misal bonus buat sales dan dealer.
Kasihan masyarakat menengah bawah yang bermaksud memiliki motor baru, mereka dikenakan bunga tinggi sementara masyarakat menengah atas bisa dapat cicilan 0% untuk pembelian motor dengan kartu kredit.
Coba lihat penelitian yang menarik ini dimana kredit motor menyebabkan kemiskinan. http://news.detik.com/kolom/3125181/kredit-sepeda-motor-penyebab-tingginya-angka-kemiskinan
Saran saya: jangan kredit motor. Sabar dengan yang kita miliki saat ini. Jika memerlukan motor banyak motor bekas dengan harga murah. Beli dengan uang yang ada dan bebas riba.
apakah penurunan suku bunga kredit di ikuti dengan turunnya bunga kredit leasing ?
saat ini suku bunga pinjaman di beberapa bank sudah single digit,
tp bunga di pihak lesing/finance saat ini masih 18% per tahun alias sama saja dengan bunga 10 tahun terakhir
kita lihat 3 bulan kedepan,,,,
Lbh cespleng lg kemudahan kredit kompetitif guna menggalakan dunia entrepeneur
Seputar Bitcoin & Bisnis >>http://yakena.com/