









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… konsumen Indonesia terlanjur mempunyai suatu dogma … bahwa engine DOHC lebih powerful dibandingkan SOHC engine bahkan untuk single cylinder …!!! Ketika Yamaha MX-King yang mempunyai engine SOHC 4 valvez mengalahkan engine DOHC 4 valvez… baik untuk track pendek ataupun track panjang… baru laaagh konsumen terhentak …!!! Sebenernya sih nggak usah heran… juragan dulu pernah nulis artikel disini (baca: Jangan Terjebak dan terkecoh akan DOHC vs SOHC,… jumlah valvez lebih penting red.) …!!! Naaagh monggo kita kebeeet inti dari artikel tersebut ….!!!
The main reason to use DOHC is to drive more valves per cylinder. If a SOHC setup can allow 4 valves per cylinder, having a DOHC engine will not bring that much benefits over SOHC and the additional weight becomes a burden instead.
Naaagh untuk single cylinder… kedua engine sama-sama 2 katup masuk dan 2 katup buang… untuk menggerakkan katup tersebut, kalau di engine DOHC menggunakan 2 camshaft plus shim,… sedangkan untuk engine SOHC menggunakan 1 camshaft dengan roller rocker arm …!!! Roller rocker arm ini bukan rocker arm biasa yang pake push rod… coz secara performance lebih tinggi dibandingkan rocker arm biasa …!!!
So to sum it all up, SOHC has better low-end power, DOHC has better high-end power and overall maximum power. 4 valves per cylinder is much better than 2 valves per cylinder and it doesn’t matter whether 4-valves is achieved via SOHC or DOHC.
Jadi ketika sudah sama-sama 4 valvez … plus pada SOHC menggunakan roller rocker arm… dan jika sudah begini untuk case single cylinder lho yaaa… SOHC tidak kalah dibandingkan dengan DOHC …!!! Konsumen sepertinya ‘tersihir’ bahwa DOHC lebih hebat (iya untuk multi cylinder red.) … namun untuk single cylinder kudu dilihat dulu sama nggak jumlah valvez nya …!!! Last,… tidak heran ketika SOHC 4 valvez mengalahkan DOHC 4 valvez … banyak yang pada gumun… padahal jawabannya simple… lha wong SOHC 4 valvez dan pake roller rocker arm kok …!!! So… moga-moga dapat tambah pencerahan… jangan sampe tergiring pada ‘pembodohan otomotif’ …!!! Ciaaooo 😀
Leave a Reply