









Well,… dari hasil test dyno terhadap Honda CB150R StreetFire (CBSF) … terlihat bahwa motor ini walaupun menggunakan engine DOHC 4 valvez … ternyata kalah dibandingkan SOHC 4 valvez Yamaha New Vixion Lightning (NVL) …!!! Yup… tercatat peak power Honda CBSF sekitar 14.02 HP pada 10210 RPM … dan peak power Yamaha NVL sekitar 14.32 HP pada 8224 RPM …!!! Padahal yang namanya Honda CBR150R peak power nya bisa mencapai 15.22HP … lhaaa ada apa dengan engine DOHC yang digunakan pada Honda CBSF …??? Banyak faktor yang menyebabkan power drop walau sama-sama menggunakan engine DOHC …!!! Juragan mencoba menganalisa dengan info dan pengetahuan yang diketahui… !!!
Pertama adalah faktor ECU setting… dalam hal ini adalah kurva pengapian … dari info yang ada kurva pengapian Honda CBSF berbeda dengan Honda CBR150R …!!! Disebutkan pada posisi idle pengapian Honda CBSF retarded dibandingkan Honda CBR150R… yaitu 7.1 derajat BTDC … sedangkan Honda CBR150R 9 derajat …!!! Sedangkan pada posisi advanced… diset lebih advanced yaitu 69 derajat BTDC … sedangkan Honda CBR150R sekitar 60 derajat BTDC …!!! Ini info yang ada… namun implikasi nya luas juga… !!! Memajukan pengapian sebenarnya menuntut juga kenaikan octane rating… demikian juga sebaliknya …!!! Setiap 2 derajat retarded… octane rating boleh turun 1 octane rating …!!!
Retarding ignition timing by two degrees will reduce octane requirement by about one number.
Pembakaran optimal terjadi antara 10 – 20 derajat ATDC… so implikasi dari memajukan pengapian kalau nggak dibarengin dengan peningkatan octane rating yaaagh ndak maksimal …!!! Selain itu juga advanced ignition… akan menimbulkan panas… dan menurut referensi panas yang berlebihan jika pendinginan nggak bagus … akan terjadi lost power …!!! So.. intinya adalah ECU yang tidak identik antara Honda CBSF dengan Honda CBR150R … dapat mengakibatkan power yang dihasilkan berbeda… terlepas bore x stroke nya yang sama… compression ratio nya sama etc …!!!
Hal lain yang perlu dicermati adalah persoalan AFR… dimana pada Honda CBR150R lebih konstan dengan adanya O2 Sensor … sedangkan pada Honda CBSF tidak ada O2 Sensor …!!! Pada pengukuran power Yamaha Vixion lawas… yang nggak punya O2 Sensor… hasilnya AFR nggak stabil mulai putaran 6000 RPM keatas …!!! Impactnya power ternyata drop aka nggak optimal jika dibandingkan dengan yang mempunyai O2 Sensor …!!! Masalahnya ini sudah sistem injeksi… jadi harus ada sensor-sensor yang menjaga agar hubungan antara fuel-udara-ignition optimal adanya …!!! Last,.. sayang juragan nggak ada data ignition mapping yang lengkap… antara Honda CBSF yang dicompare dengan Honda CBR150R… kalau ada bisa lebih clear melihat persoalan …!!! Ada yang punya info atau pendapat lain… monggo didiskusikan … !!! 😀
Leave a Reply