









Well,.. cukup menarik di bahas mengenai fenomena yang menyatakan bahwa engine compression tinggi bisa ‘minum’ premium aka BBM bersubsidi …!!! Dulu juragan sudah pernah membahas tentang compression ratio dikaitkan dengan asupan bensin yang sesuai …!!! Compression Ratio disini diukur dengan membandingkan posisi volume pada keadaan Titik Mati Bawah (TMB) aka total volume dengan posisi volume pada keadaan Titik Mati Atas (TMA) …!!! Untuk membatasi masalah… hanya dibahas hubungan compression ratio … dan bagaimana hubungannya dengan persoalan octane …??? Mari kita bahas … !!! 😀
Monggo dilihat tabel berikut, korelasi antara compression ratio dikaitkan dengan octane yang dibutuhkan dengan asumsi sudah menggunakan engine management system …!!!
Compression ratio = Octane (with engine management system)
5:1 =66
6:1 =74
7:1=80
8:1=85
9:1=89
10:1=93
11:1=97
12:1=101
Jadi dalam kondisi normal dalam artian pengapian dilakukan pada 0 derajat TMA dibutuhkan octane level seperti tabel diatas …!!! Octane level yang tinggi mencegah terjadi nya pembakaran sebelum waktunya… !!! Lha kalau digunakan octane level yang rendah maka akan terjadi ‘pembakaran premature’ alias knocking aka ngelitik kata orang Indonesia …!!!
The pros of using premium (maksudnya disini pertamax plus, mid-grade = pertamax, regular=premium red.) are that you don’t have to worry about engine knock, it says so in your manual, and you’ll have no issues with warranty claims if need be. If you drive aggressively all the time or even just on occasion when you need to let loose and have the engine in high RPM’s, using premium would be the best choice.
Lhaaa kalau diisi premium aka BBM Subsidi … gimana mas tri …??? Yaaagh bakalan terjadinya knocking… apalagi jika digunakan pada RPM tinggi … lama-lama engine bakalan cepat jeboool …!!! Lhaaa kalau timing pengapian nya dimajukan (detail dibahas terpisah red.)…??? Bisa saja… namun perlu diingat nggak boleh geber aka memaksimalkan power itu engine …!!! Monggo dilihat yang ahli ngomong … dibawah ini 😀
The pros of using regular are that it is cheaper than premium and is usable. You can use regular if you don’t drive aggressively and/or have the engine under high loads and RPM’s. If you drive like a chauffeur who drives politely and doesn’t use all the power available, you can just allow the ECU to retard the timing to allow the use of regular.
Last,… terlihat bahwa jika compression ratio tinggi diberikan minum premium aka BBM subsidi dengan octane yang tidak sesuai aka rendah… maka kemungkinan akan timbul 2 kerugian …!!! Pertama, engine cepat jeboool terutama piston… so siap-siap duit tambahan buat ganti parts engine ….!!! Kedua,… jika konsumen yang menggunakan premium… orang yang mampu membeli pertamax.. yaaagh kerugian kedua… sama aza ‘ngambil’ hak orang lain …!!! Jadi kerugian nya dunia dan akhirat… cakeeep beneeer …!!! So,.. kesimpulannya adalah… engine compression tinggi dikasih premium… sama aza kurang gawean alias kurang kerjaan … betulll …???
Leave a Reply