









Well,… sistem injeksi pada motor sportz di Indonesia… memang beragam penerapannya …!!! Ada yang menerapkan lebih banyak sensor dam ada yang lebih sedikit … kalau ditanya kenapa alasannya… yaaa bisa bermacam-macam alasan… baik yang tampak… yang tidak tampak… yang teknis maupun diplomatis …!!! Jiaaan ruweeet tenaaan,… ketika teknikal dibalut dengan marketing… yo pasti ruweeet …!!! Naaagh pada artikel ini.. juragan mau bahas O2 sensor… murni dari aspek teknikal… mbuuuh ora urus soal marketing … so beeen konsumen tambah pinter… kita sharing bersama… kalau mau ditambahi monggo …!!! 😀
Sebelum injeksi ada… soal carburator pasti tahu dong… persoalan Air-Fuel Ratio (AFR)… !!! Yo kuwiii… jumlah udara dan bensin yang disetting di carbu … dengan muter-muter baut bensin dan udara …!!! Kalau udara nya kebanyakan (disebut lean red.) … sudah tahu dong… motor akan nembak-nembak… daaar… deeeer… dooor… koyo mercooon banting … wkwkwk …!!! Kalau kebanyakan bensin (disebut rich red.) … seperti ‘keblebekeeen’ … mbrebeeet… boros penggunaan BBM etc …!!! So indikator nya… dilihat dari warna busi… kalau warna busi coklat.. itu artinya AFR nya pas… jika warna businya hitam agak basah… berarti kebanyakan bensin… sebaliknya jika kebanyakan udara… businya warna putih …!!!
Naaagh keadaan AFR yang pas itu adalah 14.7 : 1 yang disebut Stoichiometric, dalam artian 14.7 bagian udara dicampur 1 bagian bensin …!!! Posisi stoichiometric diatas untuk bensin … kalau untuk alkohol beda lagi lhooo yaaa… yaitu 6.4 : 1 …!!! Sedangkan stoichiometric untuk diesel beda lagiii yaitu 14.5 : 1 …!!! Naaagh kalau sudah injeksi… dimana sistem injeksi tersebut dilengkapi O2 Sensor… maka AFR nya dijaga pada komposisi yang pas yaitu 14.7 : 1,… baik di tarikan bawah, tengah maupun atas …!!! Ogh yaaa,… O2 Sensor ditemukan oleh perusahaan Robert Bosch GmbH tahun 1960… oleh Dr. Günter Bauman …!!!
Naaagh sistem injeksi yang menggunakan O2 Sensor disebut Close Loop System …!!! O2 Sensor ditempatkan di exhaust (biasanya pangkal red.) … kerjanya mengukur O2 yang berada di exhaust dan menentukan apakah dalam kondisi lean, stoichiometric atau dalam kondisi rich …!!! Naaagh O2 Sensor tersebut… akan memberikan nilai 0 – 1 volts… dimana 0.5 volts dalam keadaan Stoichiometric… kurang dari 0.5 volts berarti dalam kondisi lean… sedangkan lebih dari 0.5 berarti dalam kondisi rich …!!! ECU yang menerima info dari O2 Sensor… akan meng-adjust AFR agar mencapai posisi stoichiometric … yaitu mengadjust berapa lama injektor buka …!!! ECU akan memonitor setiap saat … mau tarikan bawah, menengah atau atas …!!!
Lhaaa lawannya close loop apa …??? Yaaa open loop atau disebut juga predetermined fuel map… dimana tidak ada O2 Sensor …!!! Implikasinya apa …??? Yaaagh harus diset manual… sekali ngeset nya rich yaaa akan seterusnya akan seperti itu mau tarikan bawah, tengah ataupun atas … demikian juga ketika kondisi lean akan seperti itu …!!! Lha kalau sudah diset posisi pas… alias stoichiometric… terus berjalannya waktu terjadi perubahan ntaaah lean atau rich… pada open loop ya harus diset lageee di bengkel … sedangkan pada close loop sudah otomatis mengadjust …!!! Dengan kata lain… Open Loop seperti sistem carburator manual yang ‘elektronis’ …!!!
Last,… jika ditanya mana yang lebih canggih antara close loop vs open loop… yaaa jelas close loop… lha wong optimal kok AFR nya… yang berarti pembakaran sempurna (mempengaruhi power dan torsi red.) … optimal penggunaan BBM berarti keiritan terjaga … dan optimal emisi gas buang berarti mendukung go green …!!! Monggo jika ada yang ingin menambah info atau pendapat… biar konsumen lebih pintar… !!! 😀
mas ngomong ngomong saya kan punya new sonic 150r, pen ganti knalpot racing. sementara di knalpot standar ada 02 indicator. saya harus ganti yang racing knalpot berindikator atau racing tapi bolongan indicator bikin sendiri??
mohon pencerahannya mass, maklum ilmu masih cetek masih smp:v
Mas saya pakai open loop dengan o2 manipulator, dan Alhamdulillah tarikan jadi enteng, power juga naik, bensin juga irit. Gimana tuh mas?
Mas saya gak punya motor jadi saya narik gas siapa ya mas ?