









Ki Ageng Tingkir pun berkata, “Ketahuilah … Karebet ini nanti akan dikaruniai derajat yang tinggi oleh Gusti Allah SWT …!!!”. Semua orang termasuk Ki Ageng Pengging, Ki Areng Butuh dan Ki Ageng Ngerang mendengar dengan seksama apa yang dikatakan oleh Ki Ageng Tingkir. Kurang lebih sepekan mereka bercengkrama dengan Karebet dan menghabiskan waktu di Pengging. Setelah itu, tamu agung Ki Ageng Pengging mohon pamit untuk kembali ke tempatnya masing-masing.
Sungguh aneh ketika Ki Ageng Tingkir berpamitan …. begitu kuatnya memeluk kepada ketiga sahabatnya yaitu Ki Ageng Ngerang, Ki Ageng Butuh dan Ki Ageng Pengging… seolah ia akan pergi jauh… dan seolah ia akan berpisah dengan para sahabatnya itu… !!! Selang waktu tidak berapa lama setelah kepergian Ki Ageng Tingkir pulang ….. datanglah utusan dari Tingkir kepada Ki Ageng Pengging… mengabarkan bahwa Ki Ageng Tingkir sedang sakit keras… namun tidak diketahui penyakit apa yang diderita oleh Ki Ageng Tingkir …!!!
Bergegaslaaagh Ki Ageng Pengging menuju ke Tingkir… untuk menengok sahabatnya yang sedang sakit keras …!!! Sesampainya di Tingkir, ia melihat sahabatnya itu Ki Ageng Tingkir sedang terkulai lemas… di atas pembaringannya …!!! Melihat sahabatnya yaitu Ki Ageng Pengging telah tiba… ia pun berkata, “Dinda Pengging…. sepertinya ajalku sudah semakin dekat… hidupku pun akan berakhir… !!! Mohon kiranya dinda menghantarkan aku… meninggalkan dunia fana ini …!!!”
Ki Ageng Pengging, mencoba melihat tengkuk Ki Ageng Tingkir… tahulah ia bahwa tanda kehidupan Ki Ageng Tingkir akan segera berakhir… !!! Diciumnya ubun-ubun Ki Ageng Tingkir dengan lembut… dan Ki Ageng Tingkir menghembuskan napas terakhirnya. Jelas sudah arti dari pelukan terakhir Ki Ageng Tingkir di Pengging… dan Ki Ageng Tingkir dimakamkan di dekat Gunung Purwa… !!!
Link terkait :
Leave a Reply