









Sudah mau terjadi pertempuran,.. datanglah utusan dari Sunan Giri menyampaikan surat dari Sunan Giri … !!! Utusan itu membacakan isi surat tersebut,… baik Panembahan Senopati maupun Pangeran Surabaya mendengarkan dengan seksama. Isi surat tersebut “Melalui surat ini, saya Kanjeng Sunan Giri memerintahkan kepada anak-anakku Panembahan Senopati di Mataram, dan Pangeran Surabaya. Keinginan kalian mau berperang, saya tidak mengizinkan. Sebab akan mengakibatkan banyak kematian, membawa kesengsaraan bagi rakjat kecil. Oleh sebab itu, sekarang kalian pilih isi atau wadah, sesuai dengan pilihanmu masing-masing. Segera berdamai dan bersyukurlah kepada Allah SWT. Lalu segeralah pulang, kembali kenegaramu. Karena ridho Allah SWT engkau ditakdirkan mempunyai kekuasaan tinggi atau rendah, terimalah takdir Allah itu.” 😀
Panembahan Senopati kemudian berkata kepada Pangeran Surabaya, “Adi Surabaya apa kemauanmu berkenan dengan perintah Sunan Giri …??? Aku dan Adi disuruh memilih isi atau wadah. Adi pilih yang mana, saya menurut saja.” Panembahan Senopati mempersilahkan Pangeran Surabaya untuk memilih duluan… maksudnya agar tidak terjadi dispute lage… lha wong sudah disuruh milih duluan kok …!!! Selain itu… karena merasa lebih tua… maka yang lebih muda diberikan kesempatan lebih dahulu …!!! Pangeran Surabaya menjawab, “Kakang Senopati saya memilih isi saja, kakang wadahnya… !!!”
Panembahan Senopati pun rela dan ikhlas memilih wadah. Setelah masing-masing memilih maka kedua belah pihak membubarkan diri, dan pulang ke negeri masing-masing beserta seluruh bala tentaranya. Kemudian utusan Sunan Giri pun melaporkan hasilnya kepada Sunan Giri… !!! Mendengar hasil yang telah diputuskan diantara kedua belah pihak, Sunan Giri pun berkata “Ketahuilah, sudah pasti kehendak Allah SWT. Panembahan Senopati memilih wadah itu memang sudah benar. Wadah itu melambangkan negara. Adapun isi melambangkan orang-orangnya. Jika orang itu tidak menurut kepada pemilik negara, sudah pada tempatnya jika mereka diusir …!!! Ramalan nya tentang Panembahan Senopati makin menjadi kenyataan …!!!
Setelah pasca pemilihan wadah atau isi… jelas sekali Panembahan Senopati pemilik wadah… dan kekuasaan Mataram pun mulai berkembang …!!! Pertama adalah Blora,… disampaikan surat dari Panembahan Senopati… jika tidak mau takluk… maka terpaksa akan digempur… !!! Bupati Blora pun akhirnya takluk… kepada Mataram mengingat daerah sekitarnya sudah takluk kepada Mataram …!!! Setelah Blora,… maka giliran Madiun… namun Madiun berkeras tidak akan takluk… bahkan menjalin aliansi dengan Bang Wetan …!!!
Panembahan Senopati sangat menghormati Bupati Madiun,… lha wong putri Bupati Madiun,.. Retno Jumilah begitu menarik perhatiannya… malah ia ingin mempersunting sebagai istri… !!! Oleh sebab itu… ia ingin sekali tidak menggunakan kekerasan… namun ternyata Madiun bersekutu dengan Bang Wetan… !!! Gimana kelanjutannya… tunggu episode selanjutnya … !!! 😀
Link Terkait :
Leave a Reply