









Setelah sampai di Mataram,… Panembahan Senopati mengungkapkan perasaan tidak puasnya mengenai keputusan Sunan Kudus yang mengangkat Arya Pengiri sebagai Sultan Pajang. Namun Ki Juru Mertani menjelaskan,… “Nggeeer,… biarkan saja apa yang terjadi di Pajang. Jangan sekali-kali engkau ikut campur masalah Pajang. Antara Pangeran Benawa dan Arya Pengiri masih saudara dekat… seandainya nanti terjadi peperangan diantara keduanya… biarkan saja. Engkau lebih baik memanjatkan doa kepada Gusti Allah SWT,… untuk arwah Sultan Hadiwijaya, ayahandamu dan leluhurmu… mohon laagh agar segala amal ibadah diterima oleh Allah SWT dan diampunkan segala dosa-dosa mereka. „
Panembahan Senopati menganggukkan kepala… dan ia pun tidak akan ikut campur mengenai persoalan Pajang. Panembahan Senopati mengambil lesson learned… dari serangan Pajang ke Mataram… sewaktu Pajang dipimpin Sultan Hadiwijaya. Lesson learned yang diambil adalah Mataram perlu diperkuat pertahanan… prajurit perlu diperbanyak.. dan kemampuannya pun perlu ditingkatkan. Selain itu,… Panembahan Senopati pun … membangun Mataram dengan giat… coz ia pun berpendapat… tanpa pertumbuhan ekonomi yang cepat.. ndak mungkin pertahanan yang kuat dan kejayaan Mataram bisa terwujud …!!! So… Panembahan Senopati tidak mau tertinggal waktu… ia teruz mengejar segala ketertinggalan Mataram…. baik dari sisi pertahanan maupun ekonomi…. !!!
Sedang asyik nya ia membangun kekuatan pertahanan Mataram… baik persenjataan, recruitment prajurit,… ataupun peningkatan pertahanan Mataram… ia pun kedatangan Ki Pangalasan… yang merupakan sekutunya yang berfungsi sebagai mata-mata Mataram di Pajang. Tumben… biasanya cukup utusannya saja… namun sekarang Ki Pangalasan sendiri yang berkunjung ke Mataram. “Kakang Pangalasan,… ada kabar penting apa… sehingga dirimu langsung menemuiku… ??? Tidak seperti biasanya utusanmu yang mengunjungiku …!!!“, tanya Panembahan Senopati. Sambil menghirup dan menghembuskan nafas dalam-dalam… iapun berkata, „Sejak Arya Pengiri menjadi Sultan Pajang… Pajang menjadi kacau balau… masalah muncul silih berganti…. terlalu ruwet untuk diuraikan… !!! Hanya Paduka laaagh yang hamba kira… bisa menyelesaikan masalah …!!!“, kata Ki Pangalasan.
„Sejak Arya Pengiri bertahta,… berbagai jabatan diberikan kepada orang Demak… !!! Jabatan penting diberikan kepada para kerabatnya… (mirip nepotism red.) …!!! Bagi orang Demak yang tidak mendapat jabatan,… diberikan tanah sehingga menjadi tuan tanah… !!! Orang Pajang dipaksa untuk menyerahkan sebagai tanahnya untuk dimiliki orang Demak… !!! Banyak orang Pajang tidak puas,… namun melawan secara diam-diam… dengan mengacau atau mengganggu keamanan… !!! Ada juga yang memanfaatkan kesempatan dengan menjadi perampok, begal dsb… !!! Tidak sedikit pula yang mengungsi ke berbagai daerah… menjauh dari wilayah Pajang… !!!
“Kemudian,.. kenapa menurutmu Aku yang bisa menguraikan masalah ini… ???” tanya Panembahan Senopati… !!! “Hanya Panembahan laaagh yang bisa menyelesaikan masalah ini,… dengan cara merebut Pajang dari tangan Arya Pengiri …!!! Kami, prajurit dan rakjat Pajang,… semua akan berdiri dibelakang Panembahan… !!!”, kata Ki Pangalasan. Panembahan Senopati pun berkata,… “Menurutku yang paling berhak atas tahta Pajang adalah Pangeran Benawa… !!! Aku tidak punya hak ataupun keinginan untuk menduduki tahta Pajang… !!! Namun jika nanti… Allah SWT berkehendak agar Aku yang menduduki tahta tersebut,… akan kupenuhi permintaan mu itu,.. Ki Pangalasan …!!! Ki Pangalasan walaupun tidak 100% puas atas jawaban Panembahan Senopati…. namun ia tetap masih menggantungkan harapan pada Panembahan Senopati…. !!! Ia pun pamit,… dan kembali pulang ke Pajang dimana sekarang sudah tidak tentram dan damai lagi…. !!! 😀
Link Terkait :
Leave a Reply