









Prajurit lainnya juga pada stress… “Duuuugh… iso mules iki… duel karo prajurit yang seperti apapun … ndak bakalan gentaaar… namun kalo disuruh duel karo Jin,.. Demiiit… duuuugh biyung… biyuuung …!!!”. Sultan Hadiwijaya pun termenung… dan memandang fenomena alam ini… lahar mengalir ke Kali Opak… !!! Akhirnya ia pun memahami apa makna dibalik semua ini ….!!! Namun tidak dengan Adipati Tuban…. ia terlihat semakin gemas akan keadaan hal ini,… ia sudah gregetan ingin bertarung dengan Panembahan Senopati… !!! Ia pun berkata kepada Sultan Hadiwijaya… “Kanjeng Sultan,… mohon hamba diperintahkan untuk menumpas Panembahan Senopati berikut prajurit Mataram… !!! Hamba akan kembali dengan mempersembahkan kemenangan buat Kanjeng Sultan… !!!” 😀
Kanjeng Sultan Hadiwijaya berkata, “Adipati Tuban… jangan laaagh engkau berlagak berani dengan Senopati…!!! Ketahuilah bahwa saya hampir tiba saatnya menghadap Allah SWT. Kerajaan Pajang hanya saya sendirilah yang merajaai… !!! Kekuasaan berikutnya akan ditangan Panembahan Senopati.. !!! Keturunannya akan menguasai seluruh tanah Jawa. Adapun saya ke Mataram ini hanya ingin melihat anak saya… Panembahan Senopati (Panembahan Senopati diangkat sebagai anak angkat red.)… karena rasa rindu saya …!!! Ketahuilah bahwa Senopati tidak mungkin berani melawan saya …!!! Aku adalah ayah angkatnya… Raja yang ia hormati … dan Guru yang mengajarkan ia berbagai kesaktian …!!! Suara tantangannya … bukanlaah dari lubuk hatinya… jelas sekali aku rasakan …!!!”
Sultan Hadiwijaya pun… melanjutkan perkataannya,… “Kemurkaan alam yang kita dapati ini… sesungguhnya pertanda nyata bagiku… bahwa kita tidak akan bisa mengalahkan Mataram… !!! Jadi sebaiknya kita urungkan saja niat untuk menggempur Mataram… Lebih baik kita kembali ke Pajang… daripada tetap memaksakan menyerbu… seluruh kekuatan Pajang… pasti akan musnah… diterjang oleh pasukan Mataram…!!! Kembali Adipati Tuban… seperti mengampeeet kemarahan yang amat sangat… !!! Tapi apa daya… kehendak Sultan Hadiwijaya ingin munduuur… dan kembali ke Pajang…!!!
Akhirnya Sultan Hadiwijaya… memerintahkan pasukan Pajang untuk mundur … dan kembali ke Pajang…!!! Kabar mundurnya pasukan Pajang… disambut gembira oleh Ki Juru Mertani …!!! Ia tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah SWT… yang bisa menyelesaikan masalah yang pelik ini… dengan cara yang luar biasa… !!! Tidak terbayang … apa jadinya… jika benar-benar pasukan Pajang menyerang pasukan Mataram …!!! Rasa syukur juga dipanjatkan oleh Panembahan Senopati kepada Allah SWT… karena ia tidak bisa membayangkan … bagaimana berhadapan dengan ayah angkatnya…!!!
Ditengah perjalanan… Sultan Hadiwijaya selalu teringat kepada Panembahan Senopati… !!! Ia teringat ketika ia bertahta di Pajang… setelah prahara di Demak berakhir… !!! Hal yang sama … terbayang bahwa Pajang akan runtuh dan berpindah ke Mataram… !!! Ia pun teringat akan ramalan Sunan Giri… tidak akan ada kekuatan apapun yang bisa menandingi ketetapan yang telah digariskan Gusti Allah …!!! Dalam perjalanan pulang… ia mampir di dusun Tembayat… untuk berziarah ke makam Sunan Tembayat…!!!
Namun anehnya… pintu gerbang makam… tidak bisa dibuka oleh Sultan Hadiwijaya… !!! Ia pun menanyakan kepada Juru Kunci… “Kenapa pintu gerbang makam… tidak dapat didorong… ???”. Sang Juru Kunci pun berkata, “Kiranya Kanjeng Sultan tidak diperkenankan lagi menjadi Raja oleh Allah SWT .. itulah pertanda pintu makam tidak dapat didorong …!!!”. Ia pun merasa terharu… ia pun akan menanti hari-hari kedepan… untuk menghadap kepada Allah SWT… !!! Ia pun tertidur di luar makam… dan begitu nikmat tidur nya… dan ia merasakan tidur yang paling indah dalam hidupnya… !!!
Last,… bagaimana kelanjutan… perjalanan Sultan Hadiwijaya ke Pajang… so stay tuneeed … lageee deegh… !!! 😀
Link terkait :
Leave a Reply