









Prajurit segera melaporkan kepada Sultan Hadiwijaya mengenai maling sakti yang sedang bercinta dengan Ratu Ayu Sekar Kedaton… !!! Sultan Hadiwijaya sangat murka…. mendengar apa yang menimpa putri sulungnya …!!! “Prajuriiit,… segera panggil Wira Kerti, Sura Tanu dan 20 puluh prajurit Jajar …!!!” Wira Kerti dan Sura Tanu ini… adalah lurah tamtama… yang menjaga lingkungan dalam keraton… yaagh mirip laagh dengan sekarang pasukan pengawal Raja / Presiden… !!! Segera Wira Kerti, Sura Tanu dan 20 puluh prajurit Jajar.. menghadap Sultan Hadiwijaya… !!! “Bunuh si Keparat yang berani-berani memasuki wilayah keputren… !!!” titah Sultan Hadiwijaya.
Segera mereka menuju ke wilayah keputren, dan mengatur siasat… !!! Jika langsung menerobos masuk… dikhawatirkan Ratu Ayu Sekar Kedaton akan ikut-ikutan mengakhiri hidupnya… jika Raden Pabelan langsung dibunuh …!!! Setelah berunding,… mereka mendapatkan siasat… wira kerti akan masuk dan berusaha memisahkan antara Raden Pabelan dan Ratu Ayu… !!! Dan jika sudah berhasil dipisahkan…. maka Raden Pabelan akan dibunuh… !!! Mereka sepakat mengatur jalannya siasat untuk menghabisi Raden Pabelan…. !!!
Ketika Wira Kerti memasuki kamar Ratu Ayu… ia mendapati kedua pasangan itu sedang berpelukan… !!! Ia tersenyum… dan tidak menunjukkan tanda-tanda marah …!!! Kemudian ia berkata, “Raden… ayahandamu telah memintaku untuk menjemputmu… dan memintaku untuk menyelamatkanmu… !!! Aku telah menyanggupi dan akan meminta ampun kepada Kanjeng Sultan atas kesalahanmu… dan meminta agar kiranya kamu dapat dinikahkan dengan Gusti Kanjeng Ratu Ayu… !!! Maka segeralah menghadap kepada Kanjeng Sultan bersamaku… !!!”
Raden Pabelan setelah berdiskusi dengan Ratu Ayu… dan terlihat mereka sepakat… untuk mengikuti saran Wira Kerti… karena itu adalah jalan yang terbaik… agar cinta mereka berdua dapat bersatu… !!! Berjalanlaagh Raden Pabelan dan Wira Kerti meninggalkan kamar Ratu Ayu… !!! Baru sempat mereka berdua sampai di taman keputren… Raden Pabelan diserang oleh 20 tombak prajurit Jajar secara tiba-tiba… !!! Raden Pabelan tidak sempat menangkis serangan yang begitu tiba-tiba dan sangat cepat… dan ia tewas seketika… !!!
Jasad Raden Pabelan diseret bagaikan seekor anjing… dan dihadapkan kepada Sultan Hadiwijaya… !!! Kemudian Sultan Hadiwijaya menanyakan… siapakah dia dan anak siapakah ia… ??? Dijawab oleh Wira Kerti, “Ini Raden Pabelan Kanjeng Sultan… dan ia merupakan anak dari Tumenggung Mayang… !!!”. Masih terlihat begitu murkanya ia… kemudian ia pun bertitah… “Buanglah bangkai keparat ini… dan lempar ke Sungai Laweyan… !!! Kemudian hadapkan Tumenggung Mayang kepadaku sekarang juga… !!!”
Tumenggung Mayang langsung menghadap… murka Sultan Hadiwijaya masih tidak padam…. !!! Tumenggung Mayang sudah berusaha untuk memohon ampun … namun ampunannya ditolak… !!! “Orang Tua macam apa kamu ini… tidak bisa mendidik anak secara benar… !!! Tidak pantas seorang Tumenggung … bisanya cuma mendidik seorang anak menjadi keparat durjana… !!! Kini hiduplah engkau sebagai rakjat biasa… tidak pantas menjabat seorang Tumenggung… tidak pantas hidup di Pabelan… !!! Hidupmu pantasnya di Asem Arang (kini Semarang red.) … dan cepat engkau enyah dari hadapanku sekarang juga…. !!!”
Hukuman buang dijatuhkan kepada Tumenggung Mayang… dan kejadian ini juga dilaporkan kepada Panembahan Senopati… melalui telik sandinya… !!! Panembahan Senopati tidak terima akan putusan ini… karena Nyai Tumenggung Mayang adalah saudaranya… !!! Ia akan menyelamatkan Tumenggung Mayang… dan ini berarti… perang akan terjadi antara Mataram dan Pajang… !!! 😀
Link Terkait :
Leave a Reply