









Kemunculan Ben Spies dengan Yamaha R1 … memang bikin geger … world superbikez… !!! Hitung aza… berapa kali ia mencatat sebagai Mr. Poleman… dan posisinya sekarang menempel tipiz dibelakang Haga dengan Ducati 1098 … !!! Yaaagh selain dari kemampuan Spies dalam menjinakkan R1,… teknologi terbaru pada R1 yaitu cross plane crankshaft … ikut juga mendukung kesuksesan Ben Spies… !!! Lhaa beda nya apa dengan misalnya Flat plane crankshaft… yang konvensional … ??? 😀
Yaaagh jelas beda lhaaa bro… !!! Pada Flat plane crankshaft itu… piston 1 dan 4 naik,… sedangkan piston 2 dan 3 turun… jadi ignition timingnya setiap 180 derajat… !!! Sedangkan pada cross plane crankshaft agak berbeda… dimana ignition timingnya 90 derajat… dimulai dari piston 1, 3, 2 dan 4 … !!! Implikasinya juga lumayan… terutama pada inertial torque… akan lebih smooth… sehingga motor lebih stabil … terutama dalam melibaz tikungan … !!!
Pigimana ceritanya … sih inertial torque lebih smooth … ??? Yaagh sebagaimana setiap pembakaran… akan menghasilkan combustion torque … akibat ledakan pembakaran… dan juga inertial torque akibat pergerakan dari crankshaft … !!! Naagh gabungan dari combustion torque dan inertial torque menghasilkan composite torque… terlalu fluktuatif … !!!
Namun pada cross plane crankshaft … karena bentuknya yang dicross.. atau pengapiannya 90 derajat… maka inertial torque nya … jadi tereliminir… !!! Implikasinya adalah composite torque hampir sama dengan combustion torque … !!! Combustion torque sangat dipengaruhi oleh betotan gazz… jadi bikez lebih gampang dikendarai… walaupun digeber pada RPM tinggi … ngelibazz tikungan… body nggak goyaaang… !!! Last,… kalau pada race … bukan hanya power… dan torsi… namun yang lebih penting adalah rideability nya… !!! 😀
Appendix :
Leave a Reply