









Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…. !!! Para pembaca yang dirahmati Allah SWT,… pertama-tama mohon maaf atas terlambatnya artikel yooo ngaaaji ini… !!! Allah SWT, … memang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang … !!! Dalam menjalankan ibadah puasa pun,… selalu ada konteks pengecualian… pemberian kemudahan… alias aturan yang digariskan cukup fleksibel … !!! Sebagai contoh … bagi orang yang sakit atau bagi musafir … diberi keringanan tidak berpuasa … dan wajib mengkadha nya di lain waktu … sebagaimana firman Allah SWT :
Faman kaana minkum mariidhan au ‘alaa safarin faid datum min ay-yaa min ukhar
Siapa yang sakit di antaramu atau dalam perjalanan, hendaklah mengkadha pada hari-hari yang lain (Qs. Al-Baqarah : 184)
So … orang yang sakit diperbolehkan untuk tidak berpuasa… apabila sakitnya akan bertambah parah dengan berpuasa… ataupun jika berpuasa dikhawatirkan penyakitnya lama untuk sembuh … !!! Yaaagh tentu saza ada rujukan dari Dokter… jadi bukan sakit pilek… meler dikiiit … terus nggak puasa… !!!
Demikian pula… musafir dalam bepergian … !!! Kembali konteksnya monggo dinilai… misalnya bikerz… riding dari Jakarta pulang kampung… macet total.. mana sumpek … pake riding gear… so bisa mengalami dehidrasi… dan akan berbahaya bagi keselamatannya… maka diberi keringanan untuk berbuka… dan wajib mengkadha nya … !!!
Malah .. jika dipaksakan… sehingga mengancam jiwa… malah dilarang (apik tho… Allah SWT red.),… sebagaimana firmannya :
Wa laa taqtuluu an fusakum innal laaha kaana bikum rahiim
Dan janganlah kamu bunuh dirimu, sesungguhnya Allah Maha Pengasih terhadapmu (Qs. An-nisa : 29)
Demikian pula dalam Qs. Al-haj 78,… juga dinyatakan bahwa dimudahkan bagi Umatnya… dalam beragama … !!!
Wa maa ja’ala alaikum fid diini min haraj
Tidaklah Allah menyebabkan timbulnya kesulitan bagimu dalam agama (Qs. Al-haj : 78)
Bahkan dalam kasus musafir,… salah satu sahabat Rasulullah SAW… bertanya, “Ya Rasulullah … saya merasa kuat untuk berpuasa dalam perjalanan. Salahkah saya bila melakukannya ?”
Sabda Rasulullah SAW, … “Itu adalah keringanan dari Allah Ta’ala. Maka siapa yang menerimanya, itu adalah baik, dan siapa yang masih ingin berpuasa, maka tidak ada salahnya”. (Hadist Riwayat Muslim)
Demikian laagh ulasan singkat… semoga menambah pemahaman kita… dan semoga menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Wabillahi taufik wal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… !!!
Leave a Reply