









Sultan Hadiwijaya berkata,… “Tanah Mataram masih dalam bentuk hutan … !!! Hamba ingin mengganjar buat Kakang Pemanahan tanah yang lebih subur… sehingga menyarankan agar Kakang Pemanahan menerima tanah Jipang yang lebih baik… dibandingkan Mataram… namun Kakang Pemanahan menolaknya … !!!”. Meledak rasanya batin Ki Ageng Pemanahan… sudah jelas Sultan Hadiwijaya mau menghindar … !!!
Sunan Kalijaga pun tersenyum… dan ia mengerti duduk persoalannya… !!! Kemudian ia berkata, “Anakku Sultan,… telah bertitah akan mengganjar Ki Ageng Pemanahan dengan tanah Mataram … !!! Jika kamu hendak mengganjar tanah lain… bukankah itu jelas-jelas … tidak bersatunya kata dan perbuatan … ??? Jika itu yang anakku lakukan… kamu bisa disebut Sultan pendusta… dan tak pantas engkau lakukan,… Anakku … !!! 😀
Diaaaar… ucapan itu telah mengena di hati Sultan Hadiwijaya… seperti tamparan telak di siang hari bolong … !!! Kemudian Sunan Kalijaga… kembali mengejar dengan pertanyaan … “Apa yang sesungguhnya membuatmu kesulitan menyerahkan tanah Mataram kepada Ki Ageng Pemanahan … ???”. Kemudian Sultan Hadiwijaya berkata… “Baiklah… Kanjeng Sunan,… hamba akan membuka rahasia didalam hati hamba,.. walaupun tentu Kanjeng Sunan sudah mengetahuinya … !!!”
“Kanjeng Sunan,… hamba mendengan ramalan Kanjeng Sunan Giri… bahwa di Mataram nanti … akan ada Raja besar… seperti hamba… !!! Itulaagh sebabnya hamba tidak menyerahkan tanah Mataram kepada kakang Pemanahan… !!! Hamba tidak ingin ada matahari kembar di tanah Jawa ini … !!! Sunan Kalijaga tersenyum,… tidak tampak sedikitpun terkejut… !!! “Jika persoalan itu yang menjadi sebab… mudah saja dicari jalan keluarnya… kau berikan tanah Mataram kepad Pemanahan… dan Pemanahan harus menyatakan kesetiannya kepadamu… dan aku saksinya … !!!”, kata Sunan Kalijaga.
Sunan Kalijaga kemudian berkata, “Ki Ageng Pemanahan… sebagaimana engkau dengar… aku memintamu untuk berjanji setia kepada Sultan Hadiwijaya. Maka dari itu… dengan aku saksikan… segera laagh berjanji … !!!”
Link Terkait :
Leave a Reply