









Lanjut lagi,… batu pusaka itu… untuk mengangkatnya dibutuhkan 32 orang… !!! Besarnya batu pusaka itu sekitar… satu tampah tumpeng… dan jika ada burung yang terbang diatasnya… akan terjatuh dan dipastikan tewaas … !!! Berdasarkan hal ini… maka prajurit dari tanah seberang… memperkirakan Sultan Agung… tidak akan sanggup membelah batu tersebut … !!! Lha wong batu pusakan itu… cukup ampuuuh kok … !!!
Seluruh rombongan … yang terdiri dari Patih, bupati terpilih, prajurit kelas wahid… beserta Pak jadug… menaiki kapal dan berlayar menuju Mataram … !!! Sesampainya di tanah Jawa,… Pak Jadug berkata… “Wahai Ki Patih… berhubung saya ada keperluan… maka saya hanya memberikan pedoman… ikuti saja jalan ini… nanti akan sampai ke Mataram … !!! Selain itu jangan buru-buru menghadap kanjeng Sultan,… harus melapor dulu ke hulubalang… yang bernama Kanjeng Pangeran Purbaya… penguasa Hulubalang … !!!”
Kira-kira 3 hari berjalan,… Pak Jadug sudah mengganti… dengan pakaian kebesarannya… segera menemui rombongan di suatu Desa yaitu Desa Metuk … !!! ketika berhadapan… dengan Kanjeng Pangeran Purbaya… Ki Patih berkata,… “Wahai Hulubalang Mataram, perjalanan kami sejauh ini berdasarkan perintah Sultan kami, membawa batu pusaka dan apabila Sultan Mataram dapat membelah batu pusaka ini, maka raja kami bersedia takluk dan akan mengabdi kepada Mataram. Namun apabila Sultan Mataram tidak bisa membelah batu ini,… maka jika Sultan Mataram tidak mau menyatakan takluk… bersiap-siap saja… karena Mataram akan dibumi hanguskan.”
Kemudian Panembahan Purbaya dengan ramah berkata, “Patih yang saya hormati,… saya Pangeran Purbaya dan di Mataram berlaku aturan… apabila ada sesuatu hal … maka Hulubalang laagh yang menangani dahulu… apabila Hulubalang mengalami kegagalan baru dilaporkan kepada Sultan Mataram. Jadi untuk persoalan membelah batu… kiranya saya saja yang melakukannya.”
Para utusan dari negeri seberang… sangat laah heran melihat awajah Panembahan Purbaya yang mirip dengan Pak Jadug. Hanya agak berbeda agak sedikit gemuk dibandingkan dengan pak jadug. Seolah-olah seperti kakaknya Pak jadug,… mirip bangeeet seperti pinang dibelah dua … !!!
Panembahan Purbaya kemudian berkata, “Mari ki Sanak… ajukan benda pusaka batu itu … !!!” Tandu yang membawa batu itu diserahkan kepada Panembahan Purbaya,… kemudian batu itu diangkat dan dilempar-lempar… seperti melempar kapur tulis … !!! Para prajurit dari tanah seberang… melongooo… lha kok pusaka yang dibangga-bangga kan … kok jadi ndak ada kesaktiannya … !!! Selanjutnya kanjeng Panembahan berkata,… “Silahkan Ki Patih dan para prajurit untuk melihat… jika Allah mengizinkan akan saya belah pusaka ini …!!!”
Maka batu pusaka itu digores dengan kuku, … dan sekali ditekan… akhirnya terbelah menjadi dua bagian sama besar … !!! Para prajurit sangat heran … menjadi sangat takut… bulu kuduk serasa berdiri… dan nyali mereka langsung mengkeret.. melihat kesaktian Panembahan Purbaya … !!! Selanjutnya Kanjeng Pangeran Purbaya berkata,… “Wahai Saudara sekalian… harap jangan takut dan khawatir… karena sudah menjadi kebahagian bagi Mataram…. dapat berkenalan dengan Saudara sekalian… !!! Karena hidup ini harus banyak kawan yang baik,… dengan banyak kawan akan kuat… dan kesejahteraan dapat kita rasakan bersama … !!!
Akhirnya rombongan bersama Pangeran Purbaya menghadap kepada Sultan Agung,.. dan diceritakan kejadian tersebut… !!! Sebagai tanda takluk… maka berbagai upeti diberikan… berjanji akan setia kepada Mataram… !!! Kanjeng Sultan Agung memuji kemampuan pamannya Kanjeng Pangeran Purbaya… yang bisa menyelesaikan masalah dengan damai … !!! 😀
Link Terkait :
Leave a Reply