









Alkisah terdapat ada suatu kerajaan yang akan menyerang negeri Mataram Islam … !!! Bahkan semua barisan prajurit sudah siap… dan terus berlatih … !!! Setiap hari mereka juga membuat persenjataan … baik senjata tajam… meriam besar.. peluru berbagai jenis… ntah terbuat dari baja, perunggu, tembaga bahkan emas … !!! Mereka mempersiapkan diri… mengingat mendengar kabar bahwa Kanjeng Sultan Agung beserta pasukannya adalah orang-orang yang sakti… sulit dikalahkan dalam peperangan … !!! Mendengar hal ini,… Pangeran Purbaya.. langsung sendirian pergi ke kerajaan tersebut … !!!
Pangeran Purbaya… langsung berkeliling ke kerajaan tersebut… tempat-tempat rahasia dan mencurigakan didatangi dan diawasi … !!! Setelah memahami keadaan… Pangeran Purbaya pergi ke tempat pandai besi … dan cukup heran kok banyak banget orang bekerja di situ … !!! Pangeran Purbaya.. kemudian berkata : “Memang ada peribahasa,… lain lubuk lain ikannya… ditempat ini kok mencetak peluru kok seperti ini… kalau ditempatku nggak seperti ini … !!!”. Pak pandai besi pun berkata, “Ah Ki Sanak kok aneh… yaa kalau membuat peluru perlu dicetak… timah panas dimasukkan ke dalam cetakan… “.
Pangeran Purbaya pun berkata, “Waagh beda nya… kalau ditempat saya … jika membuat peluru… timah panas diciduk pake tangan.. kemudian dikepal-kepal… jadilaah peluru… !!! Memang hasilnya kalah halus,… namun lebih cepat … !!!” Mereka semuanya pada bengong… kemudian berkata, “Wahai Ki Sanak… Ki Sanak dari mana… dan siapa namanya… ???” Pangeran Purbaya berkata… “Saya dari berasal dari wilayah pesisir Mataram… dan nama saya Pak Jadug (pak Sakti red.) … Saya lebih suka berkelana kemana-mana … !!!”
Mereka kemudian berkata, “Hai Pak Jadug… apakah dapat dipercaya kata-katamu… bahwa orang Mataram dapat membuat peluru tanpa dicetak… ???”. Pak Jadug kemudian menjawab, “Ah, tidak hanya para leluhur saza yang dapat berbuat seperti itu… orang kecil macam saya pun bisa… “. Tukang pandai besi… kemudian menantang, “Ya mari pak Jadug… buktikan omonganmu.. jika tidak akan kulumatkan tanganmu … !!!”
Pangeran Purbaya yang menyamar jadi Pak Jadug, … mulai beraksi… timah mendidih diraupnya… kemudian dikepal-kepalkan menjadi peluru… dan dalam sebentar saza… jumlah yang dibuat lebih banyak… !!! Orang yang bekerja pada berhenti… dan mengerumuni dan melihat Pak Jadug … !!! Namun ternyata ada perwira yang sedang mengawasi pembuatan peluru itu… dan tiba-tiba bicara… “Setan alas Mataram… berlagak mau bermain sulap… Kau tentu mata-mata Mataram khan … ??? Siapa kamu sebenernya… ???”
Pak Jadug pura-pura ketakutan… namun memukul dan menginjak meriam yang besar-besar… !!! Lha meriam nya pada gepeng… penyok… dan ini membuat yang lain pada ketakutan… dan lari tunggang langgang atas aksi pak Jadug ini … !!! Tidak lama… Pak Jadug sudah dikepung oleh belasan prajurit… namun Pak Jadug langsung mengambil meriam… dan dijadikan senjata untuk bertahan … !!! Pak Jadug kemudian berkata, “Hai para prajurit… oleh karena aku tidak bersalah,… bila kalian akan bertindak jelek terhadapku,… kau akan mati… !!!”
Lha para prajurit… jadi kocar-kacir… lha wong yang menyerang… dibandeem dengan meriem… mirip Bima menggunakan gada nya… !!! Yang lari kemudian… melapor ke kepatihan… dan tak lama patih kerajaan tersebut… berkata, “Ki Sanak dari pesisir Mataram,… janganlah meneruskan amarah… mengapa akhirnya terjadi perselisihan… sehingga menimbulkan perkelahian … ???” Akhirnya Pak Jadug menjelaskan… dari awal sampai akhir… dan akhirnya sang Patih mengajak pak Jadug menghadap sang Raja … !!!
Di hadapan Sang Raja,… Kanjeng Gusti Pangeran Purbaya.. berkata, “Tuan yang dijunjung dan saya hormati… tidak sekali-kali saya ingin membuat keonaran… saya menggunakan meriam.. karena merasa terancam oleh prajurit paduka… jika meriam tersebut rudak,.. memang tidak saya sengaja… dan saya sanggup memulihkan seperti semula … !!!” Sang Raja heran… dan memerintahkan untuk mengambil… meriam-meriam yang peot tersebut… !!!
Kemudian,… Sang raja pun berkata… “Hai kawan Mataram,.. oleh karena kau sudah merusakkan semua itu… maka kembalikan seperti semula… menurut kesanggupanmu… !!!”. Pak Jadug… yang bukan lain Pangeran Purbaya… mulai beraksi… meriam itu dipijit-pijit… dipukul-pukul… dan tapa kesulitan apa-apa… meriam tersebut satu-persatu sudah pulih seperti semula… !!!
Sang raja pun terkagum-kagum… kemudian berkata… “Hai Ki Sanak… dari Mataram… sudilah kiranya menjadi petunjuk bagi para utusan, patih dan adipati… akan saya kirim ke Mataram… menghadap Kanjeng Sultan Agung… sambil membawa pusaka berupa batu intan… dimana batu intan ini adalah pusaka leluhur saya,.. ketika zaman Prabu Brawijaya di Majapahit… kemduian diberkan kepada putranya Prabu Dewa Katong … sebelum jatuh ke tangan saya… !!!”
Sang Raja pun melanjutkan,… “Apabila Raja Mataram.. Sultan Agung dapat membelah pusaka ini,… saya akan membatalkan penyerangan saya ke Mataram… menyatakan takluk sambil menyerahkan upeti secukupnya kepada Kanjeng Sultan Agung di Mataram. Namun jika raja Mataram… tidak dapat membelah pusaka ini, saya akan tetap menyerang Mataram dengan pasukan layaknya air baah… akan saya hancurkan kraton Mataram… saya ratakan dengan tanah… !!!’
Last,… gimana akhirnya… tunggu saza lanjutan ceritanya… !!! But memang zaman dulu… jika mau membuat keris yaaagh seperti itu… besi panas… terus dipegang.. dibikin… mau lekuk berapa… !!! Gimana sekarang… ??? Yaagh masih ada tugh yang seperti itu… ndaaak percaya.. yoo goleeko… konooo … !!!
Link terkait :
Leave a Reply