









Janee (sebenernya red.),… gue bingung terhadap definisi mewah terutama pada moge sehingga diterapkan pajak yang ‘mewah’ … !!! Ambil kasus deeh… 1 Honda CBR 600RR di LN dibanderol seharga USD 9600 (model terbaru red.). Sedangkan 1 Honda Fit / Jazz disini dibanderol seharga USD 13.950. Ok .. itu adalah fair market value yang berada di LN … !!! Teruz kalau masuk ke Indonesia harga CBR 600RR sekitar Rp. 220 jeti… sedangkan Honda Fit / Jazz sekitar Rp. 165 jeti… !!! Lho kok… harga yg di LN lebih murah… tapi di Indonesia kok lebih mahal… !!! Lho kok bisa… ??? Iya.. karena barang itu termasuk barang mewah… !!! Ohh gitu tooo… terus definisi mewah iku opo… kang dalang… ??? 😀
Naagh iku seng nyebabno.. ndassku mumeeet… !!! Jika dibandingkan antara Motor honda 600cc vs Mobil Jazz 1500cc bisa dilakukan perbandingan antara lain : (1) Dari sisi cc saza sudah jelas, motor cc nya lebih kecil so cateris paribus, konsumsi bahan bakarnya yaagh jelas lebih kecil.. alias lebih irit… so mendukung penghematan BBM… !!! So… mestinya mobil yang dianggap mewah.. lha wong boros bensin kok… !!! (2) Dari sisi harga terlihat motor lebih murah 31% (harga fair market value) dibandingkan mobil… so mestinya yang disebut mewah yaa mobil… !!! (3) Numpak motor iku kepanasan, kehujanan, belum lagi resiko jatoh / kecelakaan .. impactnya lebih tinggi.. !!! Kalau mobil… wwiii dingin, ndak kehujanan, kecelakaan ada air bag.. !!! So mana yang mewah… silahkan judge sendiri… !!! (4) Lhaa body nya motor lebih kecil.. dibandingkan bodynya mobil… so seng makan djalan lebih banyak yaagh mobil… !!! Iya jalan iku dibangun dari pajak.. tapi gimana pajaknya.. ??? Harga pajak mobil jazz berapa… lha harga pajak motor CBR berapa.. ??? Lho kok mahalan motor… ??? Waadugh… kok gini… yooo embuuuh… !!! (5) Kalau banyak yang mahir motor CBR 600RR, khan lumayan bisa jadi pembalap international… lha kalau mahir mobil jazz.. mahir dimana… ??? Perasaan nggak ada lomba mobil international 1500cc… ???
Lhaa sekarang.. akan muncul pajak barang mewah… yang bisa nyampe 200%… !!! Naagh … kalau definisinya nggak jelazz… lhaa akhirnya… beli mobil aza… teruz macett… lha kalau macet.. tinggal pasang ERP (Electronic Road Pricing), tarif tol ditinggikan… etc.. sebagai impact dari kebijakan.. !!! Mestinya dicari dulu penyebabnya… !!! Tapi khan.. bisa dikenakan pajak progressive… lhaa khan banyak yang ngeles… ntah pakai nama aa, teteh, nyak, babe.. etc.. so dari sisi database yaa nggak ke detect… !!! So.. i think.. a decision is made just only 1 second.. but the impact is more than 1 generation… !!! Yaagh.. this is an input from bikerz and also blogger… so siapa bilang blogger nggak berguneee… !!! 😛
Appendix :
PP No. 145 tahun 2000
Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 50% (lima puluh persen), adalah :
- kendaraan bermotor beroda dua dengan motor penggerak yang isi silindernya lebih dari 250 CC sampai dengan 500 CC; dan
- kendaraan bermotor sedan/ station wagon dan kendaraan bermotor angkutan orang kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi serta van dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak (4×4), dengan motor bakar cetus api dengan kapasitas isi silinder lebih dari 3000 CC sampai dengan 4000 CC atau motor bakar nyala kompresi (diesel/ semi diesel) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 2500 CC sampai dengan 3500 CC; dan
- semua jenis kendaraan khusus yang dibuat untuk golf.
Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 60% (enam puluh persen), adalah :
- kendaraan bermotor beroda dua dengan motor penggerak yang isi silindernya lebih dari 500 CC;
- kendaraan khususnya yang dibuat untuk perjalanan di atas salju, di pantai, di gunung, trailer dan semi trailer dari jenis tipe caravan untuk perumahan atau kemah.
PP No. 43 Tahun 2003
Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 60% (enam puluh persen), adalah:
- kendaraan bermotor beroda dua dengan kapasitas isi silindernya lebih dari 250 cc sampai dengan 500 cc;
- kendaraan khusus yang dibuat untuk perjalanan di atas salju, di pantai, di gunung, dan kendaraan semacam itu.
Kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 75% (tujuh puluh lima persen), adalah:
- kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termsuk pengemudi, dengan motor cetus api, berupa sedan atau station wagondan selain sedan atau station wagon dengan sistem 1 (satu) gandar penggerak (4×2) atau dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak (4×4) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 3000 cc;
- kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi, dengan motor bakar nyala kompresi (diesel/semi diesel), berupa sedan atau station wagon dan selain sedan atau station wagondengan sistem 1 (satu) gandar penggerak (4×2) atau dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak (4×4) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 2500 cc;
- kendaraan bermotor beroda 2 (dua) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 500 cc;
- trailer, semi trailer dari tipe caravan, untuk perumahan atau kemah.”
Leave a Reply