









Rame lagi dibahas disuatu milis mengenai arogansi pengendara moge…!!! Awalnya dari suara pembaca di situs detik.com (lengkapnya bisa akses ke detik.com atau baca aza di appendix ini)…!!! Kisahnya terjadi di Bandung, di jalan Cipaganti pada waktu macet-macetnya sepekan menjelang lebaran…!!! Si pemakai motor kecil merasa diperlakukan nggak adil… ‘dipepet untuk minggir’.. meraung-raung knalpot dsb…!!! Dan si pengendara moge ada yang menggunakan plat D dengan belakangnya MB (disinyalir bodong)…!!! Si pelapor ini langsung mencap bahwa pengendara moge arogant.. nggak bayar pajak.. dan minta untuk ditertibakan..!!! So pertanyaannya adalah apa bener setiap pengendara moge tuh arrogant…??? Mari kita bahas polemik yang udah berlarut-larut ini…!!! 😀
Well.. menurut gue moge (motor gede), motor kecil, mobil.. sama aza kendaraan bermotor…!!! Off course, harus tunduk pada ketentuan yang berlaku…!!! Gue sebagai pengendara… baik motor kecil (pakai Satria FU), moge ataupun mobil, biasa aza.. sama aza…!!! Mo mobil, mocil, moge… yah bayar pajak… adeee BPKB/STNK kumplit..!!! Nyuruh minggir motor kecil lain… yah sesama brother nggak gitu..!!! Dan gimana dengan temen-temen gue…??? Setahu gue surat-surat mogenya kumplit semua… (yah setahu gue temen-temen gue banyakan yang moge sportz)…!!! Malah kalau ngeliat wawancara gue dengan Bro Bona (yang posisinya di Sekretariat DDOCI.. jadi sekjen), persyaratan gabung ke club itu kudu surat lengkap…!!!
Dan gue setuju banget dengan Bro Bona, bahwa itu oknum semata aza…!!! Jadi nggak bisa digeneralisir…!!! Sebagaimana pemberitaan geng motor lagi marak… bukan berarti semua pengendara motor itu geng motor… betul ??? Bahkan beberapa club moge .. itu sudah santun di jalan, menyantuni anak yatim, bagi-bagiin makanan sahur (sahur on the road).. etc, yang dari sudut kaca mata gue… jauh dari kesan arogant…!!! Kalau parkir di mall ada yang khusus… yah itu nurut aza dengan pemilik mall… yang memang memberikan parkir khusus untuk moge… !!! So menurut gue itu cuma oknum, apakah mau ditindak ??? Yah terserah penegak hukum aza… daaghh..!!! Gimana menurut elo..??? 😀
Appendix :
Selasa, 23/10/2007 09:00
Arogansi Motor Gede
Pengirim: Andi RonaldoMaksud saya mengirimkan surat ini untuk menyampaikan unek-unek sehubungan dengan tingkah para pengendara motor besar yang saya anggap berlebihan jika lewat di jalan raya maupun di dalam kota. Kejadian ini, saya alami sepekan menjelang Lebaran tepatnya Sabtu (6/10/2007) di Jl Cipaganti pukul 13.30 WIB saat jalanan macet. Saya waktu itu sedang mudik ke Bandung.
Serombongan motor besar dengan pelat nomor D belakangnya MB, ini sepengetahuan saya dan informasi adalah motor ilegal yang masuk ke sini, tidak bayar bea masuk, dan juga tidak bayar pajak jalan. Berbeda dengan motor resmi yang saya pakai. Meski hanya 110 cc, saya jelas sudah bayar bea masuk resmi dan pajak jalan/pemda rutin setiap tahun. Mereka berada di jalan dengan status pakai nomor khusus dari Polda Jabar, entah bagaimana caranya.
Yang memprihatinkan, mereka begitu arogan seperti pemilik jalan umum. Mereka meraungkan motornya dengan suara bising khas motor besar pada kondisi jalan macet. Saya dan pemakai motor lainnya dipepet untuk minggir memberi mereka jalan.
Saya tidak terima cara perlakuan pemakai “moge” dan tidak mau minggir karena merasa hak kami sama, apalagi jalan macet. Harus ke mana lagi kami menyingkir? Untung tidak terjadi hal di luar dugaan karena banyak pemakai motor “orang kecil” seperti saya lainnya yang juga ikut berang pada pemakai “moge” itu yang mau enaknya saja melewati jalan macet dengan menyingkirkan kami yang punya hak sama.
Yang saya adukan pada kepolisian bagian lalu lintas adalah:
- Mengapa motor besar yang jelas tidak bayar bea masuk bisa dapat nomor dan dipakai bahkan seperti pemilik jalan? Kami yang motornya resmi bayar bea masuk dan pajak jalan harus minggir kalau mereka lewat. “Moge” juga sering dikawal polisi hanya untuk acara ke luar kota bukan ada kegiatan reli atau mengikuti lomba. Padahal, pengawal pejabat saja tidak begitu perilakunya di jalan.
- Apa karena memakai pelat nomor dengan kode MB, mereka merasa punya hak lebih dari pemakai jalan lain?
- Saya baru tahu beberapa bulan lalu, motor besar tanpa bea masuk ini dengan pelat MB tidak diperkenankan dipakai dulu, tapi sudah lebih sebulan ini mereka bisa bebas lagi di jalan.
- Mohon ditertibkan keabsahan mereka di jalan dan juga arogansinya jangan karena motor mewah, kami harus minggir kalau mereka lewat. Di mana letak keadilan di negeri kita ini?
Leave a Reply