









Rame-rame bikin surat terbuka / protes ke Jak-TV pada program Live Show City View(terjadi dibeberapa milist / Forum dari Forum Safety Riding Jakarta) , yang intinya protez kepada pembawa acara Pak Miing yang sedikit menyudutkan para bikerz. Disini gue bukan mau ikut-ikutan protez.. tapi memberikan pendapat aza gimana mengenai bikerz. Oh ya.. yang gue maksud bikerz pada article ini adalah pengendara roda dua yang sehari-hari menggunakan motor untuk aktivitasnya. Bukan yang menggunakan motor pada hari Sabtu / Minggu atau hanya hari libur lainnya.
Sebenernya bikerz itu termasuk pengguna jalan yang cukup mulia. Kenapa ??? Sehari-hari untuk aktivitasnya (yang kerja mencari nafkah / yang sekolah menuntut ilmu), rela kena panas, hujan, polusi dsb. Gimana yang pakai sepeda bro..?? Wah itu lebih mulia lagi.. tapi gue nggak bahas yah… 😀 Bagi para eksekutif muda (atau pejabat) yang pakai motor pasti mulai merasakan bagaimana susahnya rakjat kecil menggunakan motor .. Jadi kalo mau belajar peduli dengan rakjat kecil… gampang belajar aza ke kantor naik motor.. akan tahu gimana rasanya jadi rakjat kecil… dari masuk mall.. yang udah ada diskriminasi… diusir-usir… sampai gemboz dijalan yang kudu dituntun sampai tambal ban terdekat… 😀
Bagi kalangan pas-pasan.. dengan motor sudah mulai nerapin untuk menabung (saving) atau alokasikan kepada kebutuhan lain… Motor juga hemat bahan bakar.. dimana minyak di Indonesia juga sangat terbataz… motor juga peduli akan jalan.. nggak makan banyak-banyak jalan… pengguna motor juga termasuk smart… lebih cepat sampai kantor dengan menghindari kemacetan… namun dengan ongkos yang lebih murah ..even dengan kendaraan umum sekalipun…
Walau sudah cukup merasakan cobaan selama perjalanan, masih juga ditambah (kadangkala) berbagai peraturan yang semakin menghimpit bikerz… dimulai ada satu jalur kiri… wacana mau dilarang motor di jalan protokol… dsb.. Padahal sebagian bikerz saat ini banyak yang mampu… bahkan mobilnya pun berjejeran di garasi… menanggalkan dasi, jaz, safari etc… menggunakan motor untuk efisiensi waktu, tenaga dan biaya… (zuhud red.) Mestinya kita-kita bangga akan bikerz ini… mereka tidak memamerkan mobil mereka ke jalanan, menambah kemacetan jalan.. nggak bikin pusing pak Pulisi ngatur lalu lintas karena macet.. mestinya para bikerz mendapatkan berbagai kemudahan.. ibarat penumpang pesawat terbang yang telah rela mendelay jam keberangkatannya (kenyamanannya).. pasti mereka ditawarin oleh maskapai berbagai kemudahan mulai menginap di hotel bintang 4, dan pelayanan lainnya… 😀
Khan banyak juga bikerz yang nggak tahu aturan ??? Memang bener.. tapi semua juga ada proses.. sebagaimana pengemudi kendaraan roda 4 lain… itu sih tergantung pengemudinya aza… gimana mau mengikuti peraturan atau nggak… nggak bisa begitu aza digeneralisir… Bukankah demikian…??? 😀
Leave a Reply