









Pas lagi surfing… asli.. gue kaget juga… di Forum Kaskus Roda 2, salah seorang Bro Kaskuser bikin thread … ‘Harley Boleh Masuk Toll (any comments).. setelah gue baca.. juga bikin kaget… !!! Dan gue nanya ke Thread Starter (TS) ..ini sumber dari mana…?? Belum dijawab, gue coba surfing.. dan gue nemu di Bisnis.com yang berjudul ‘Motor Harley agar diizinkan masuk jalan tol’….!!! So.. sebelum kita bahas.. dan analisa… dapat dipastikan bahwa sumbernya valid.. nggak ada isue… rumours… gibah.. fitnah etc… So.. balik maning nang blogs…!!! 😀
Personal opini gue… gue sedih (but bukan melankolis lho..) .. tapi sebagai pecinta moge (but only italian sportz bikes..!!) gue berusaha ‘egaliter’ dengan motor-motor lainnya, apa itu skutik, motor animal (lha.. mbebek, kalajengking, macan..) dan motor lainnya….. Setelah terjun ke motor… (yah akibat Jakarta macet), gue bisa ngerasakan.. macetnya Jakarta, kena asep metromini, kehujanan..dsb… but itu resiko naik motor.. Gue bawa motor gede juga samimawon… dengan motor kecil… tapi sepanjang kita sopan.. dan kita ngerasa senasib … brotherhood spirit akan terasa indahnya… There is no executive class in motorcycles… Di London… mau motor skutik 50cc, motor 125cc, yang gede.. sama aza parkirnya… nggak ada exclusivitas…. Di Malaysia.. mau lewat tol… mau moge ..bebek (malah ada honda cub).. juga lewat jalur kiri.. sama aza… Singapore juga gitu… nggak ada kekhususan.. Pleaz koreksi gue .. kalau gue keleru… 😛
Peraturan bisa-bisa aza dibuat.. sepanjang sepakat.. (antara wakil rakyat dan executive)… tapi yang susah khan gimana pertanggungjawaban ke rakyat…!!! Let say Harley boleh masuk tol …. apa kah akan bangga seandainya kita mengendarai harley masuk tol ??? Atau motor gede boleh masuk tol…!!! Batasannya gimana neh…??? Pasti akan debatable.. (nanti kita bahas definisi motor gede..). Dengan kata lain… apabila disetujuipun.. akan memberikan response negatif buat pengendara Harley… terutama dari rider motor kecil… dan ujung-ujungnya citra nya bisa jelek… (ingat zaman dulu ada citra jelek yang menimpa salah satu taksi)… dan image itu tertanam dalam-dalam… padahal yg gue tahu.. Harley nggak kayak gitu kok…
Saran gue yg sesama bikerz… mending bikin acara yang lain.. atau fokus yang laen… Bikin kek … kegiatan sosial… bareng-bareng.. dengan club motor kecil lain… khan banyak tuh.. undang, bersama-sama.. bantu kesulitan rakyat… misalnya penanggulangan banjir, pasang, gempa bumi etc… atau kasih modal kecil buat pedagang… bikin orang tua asuh… etc.. yang intinya bikin image yang baik..tentang harley… Gue yakin daaagh.. kalau ini dilakukan .. image harley bakalan berkibar… disegani / diacungin jempol (two tumbs up)… Anyway, gue kalau ketemu rombongan Harley juga nyapa kok.. khas bikerz… (walau gue pake italian bikez).. dan gue juga suka dengan moge harley… khususnya VROD…
Last but not least… belum ada kata terlambat… terlambatpun.. masih bisa islah.. apalagi.. para bikerz.. pasti bisa tersenyum dan memaafkan.. keep always Brotherhood spiritz.. 😀
Oh ya… nanti kalau commentz, yang sopan yah… jaga image bikerz dgn baik.. ocreee…!!!
Artikel selengkapnya : click disini atau liat dibawah (sami mawon)…!!!
Harley Davidson Club Indonesia (HDCI)
membentuk kelompok kerja (pokja) untuk melobi
pemerintah agar mengizinkan penggunaan jalur bebas
hambatan (tol) bagi pengendara motor besar tersebut.“HDCI telah membentuk pokja untuk membahas masalah
ini
dengan DPR,” ujar Djonnie Rahmat, Direktur Utama PT
Mabua Harley Davidson (MHD), di sela-sela peringatan
hari ulang tahun ke-10 MHD di ruang pamer Harley
T.B. Simatupang, kemarin.Menurut HDCI, lobi tersebut terkait dengan keamanan
dan kenyamanan berkendara bagi pemilik sepeda motor
mewah tersebut mengingat kondisi jalan di Jakarta yang
padat dan macet.Motor Harley menggunakan mesin berkapasitas besar
yakni 1.700 cc-tipe yang dirilis pada 2007-dengan
bobot motor sekitar 400 kg. Spesifikasi itu menuntut
ruang yang memadai terutama untuk perjalanan jarak
jauh demi keselamatan pengendaranya. Di samping itu,
dalam kondisi macet mesin menjadi cepat panas sehingga
dikhawatirkan akan mengalami over heating.Pajak kendaraan Harley per tahun, kata dia, setara
dengan pajak bagi mobil-mobil premium a.l.
Mercedes-Benz, BMW, dan Volvo, yakni sebesar Rp4 juta.“Jadi wajar jika pengguna motor gede ini menuntut agar
mendapatkan hak yang sama dalam penggunaan fasilitas
jalan tol.”Jika tuntutan pengguna Harley tersebut disetujui
pemerintah, peraturan tersebut tidak hanya
menguntungkan konsumen. MHD selaku diler resmi
produk-produk Harley di Indonesia pun akan mendapatkan
keuntungan berupa peningkatan penjualan.“Minimal MHD dapat menargetkan kenaikan penjualan
sebesar 30% jika usulan ini bisa disetujui,” katanya.Menurut Djonnie, selama ini pengendara Harley hanya
bisa menggunakan jalan tol jika diiringi petugas
patroli saat acara touring yang diikuti oleh
anggota-anggota klub motor gede tersebut.Di luar konvoi dengan pengawalan tersebut, Harley tak
bisa melenggang bebas di tol. Akibatnya, tak jarang
banyak pengendaranya yang terpaksa melanggar peraturan
tersebut dengan masuk jalur bebas hambatan pada subuh
atau tengah malam.“Kami tidak menginginkan hal seperti itu [melanggar
aturan], kami menginginkan sesuatu yang transparan.
Makanya kami berusaha agar peraturan tersebut bisa
diubah agar pengguna Harley bisa menikmati fasilitas tol,” lanjutnya.Di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan
Thailand, kata dia, juga telah memberlakukan peraturan
yang mengizinkan Harley menggunakan jalan bebas hambatan.
Leave a Reply