









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… satu-persatu negara mengalami krisis pasca peperangan Russia vs Ukraina … dan berikutnya juga melanda Pakistan …!!! Jika sebelumnya negara tetangganya yaitu Sri Lanka sudah mengalami krisis… naaagh sekarang terjadi juga pada Pakistan …!!! Naaagh persoalannya memang kompleks… naaagh pada artikel ini akan kita bahas satu-persatu …!!!
Pertama, keadaannya adalah utang Pakistan itu equivalen USD 225 milyar… dimana sumbernya 48% dari multilateral (World Bank, ADB, IMF etc), kemudian 30% dari bilateral (Paris Club, dan Non-Paris Club),… berikutnya 22% dari komersial (Banks, dan Non Banks) …!!! Naaagh dalam tahun 2023 ini (selama 12 bulan) … harus bayar sekitar USD 22 milyar, yang terdiri dari USD 19.4 milyar untuk principal dan USD 2.6 milyar untuk interest …!!! Sedangkan Foreign Exchange Reserve nya hanya sekitar USD 8.7 milyar…. so gap nya USD 13.3 milyar dari mana nutup nya …???
So… disini memang karena banyak utang dan kekuatan melunasinya ada gap … yaaagh akhirnya seperti ini …!!! Naaagh terus utang itu untuk apa …??? Salah satunya untuk subsidi… mengingat persoalan utama adalah Pakistan ini net importer untuk food dan oil/gas … dan secara keseluruhan pun dari sisi Balance of Trade dari Pakistan ini selalu minus… dalam arti lebih banyak import dibandingkan eksport ….!!!
Tambah klop lagi ketika inflasi juga meningkat… dimana di bulan Maret 2023 ini sekitar 35.4% (year-on-year) … dimana untuk Food Inflation tercatat 47.15% …!!! Food Inflation ini pun sebenernya akan lebih tinggi lagi… apabila tidak ada subsidi dari Pemerintah …!!! Naaagh ketika membutuhkan dana … Pakistan harus bernegosiasi dengan IMF … dan IMF mau mengucurkan dana, apabila tidak ada lagi subsidies khususnya food dan oil/gas …!!!
So… implikasinya ketika utangnya ampun-ampunan banyaknya… kemudian balance of trade negatif… inflasi tinggi apalagi food inflation… akhirnya juga merembet ke exchange rate alias kurs …!!! Tercatat sekarang sekitar PKR 283 / USD … so ini berarti dalam 1 tahun terdepresiasi sekitar 60% …!!! Lebih miris lagi rating negara ini dari Moodys juga jebloook… menjadi ‘Caa3’ dengan kata lain very high credit risk … so dengan rating seperti gak ada lagi yang mau kasih pinjeman … so tambah runyam khan …??? Last,… memang managing perekonomian itu gak bisa sembarangan… harus benar-benar ahli.. salah urus ekonomi … satu negara langsung ambyaaar… !!! Ciaoo 😀
Leave a Reply