









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… dulu pernah dibahas di blog ini bahwa skutik model ‘garuk tanah’ kurang cocok di Indonesia… !!! Gampangnya memang terlihat dengan penggunaan stang telanjang dan ban model ‘tahu’ … kira-kira begitu karakteristiknya …!!! Konsumen dalam mindset nya adalah kalau skutik itu adalah ‘on road’ bukan ‘off-road’ …!!! Ketika pabrikan Honda mengeluarkan Honda Beat Street… kemudian Yamaha dengan X-Ride 125 … naaagh pabrikan Suzuki ikut juga dengan Suzuki Nex II Crossover …!!!
Naaagh tentu sebelum bergerak … perlu kita lihat gimana sih market nya … setidaknya gambaran Quartal-4 tahun 2019 sebelum ada pandemic covid-19 …!!! Jika kita lihat … rata-rata penjualan Honda Beat Street itu sekitar 6.600-an unit/bulan … sedangkan Yamaha X-Ride sekitar 1400 unit/bulan…!!! So jika kita lihat rata-rata penjualan genre Suzuki Nex II pada 3 bulan terakhir di tahun 2019…. penjualannya sekitar 80 unit/bulan …!!! So.. disini laaagh fakta yang harus dilihat… so secara total marketnya sekitar 8 rebu unit/bulan … !!!
So jika Nex II saza dibawah 100 unit/bulan… gimana versi yang crossover nya …??? Jadi marketing mau digembar-gemborkan… mau ditulis hiperbola sekalipun… akan sulit mendongkrak penjualan… jika tidak ada ‘underlying’ dalam bentuk penambahan fitur dan penurunan harga… atau gampangnya meningkatkan value dari suatu product …!!! Naaagh sustainable nya terletak pada inovasi… dan kalau bisa yang terdepan dibandingkan kompetitor …!!! Kalau gak yaaagh akan susah… karena semakin hari konsumen akan semakin pintar… ini yang dihadapi para pabrikan saat ini …!!! Last,… sekedar mengharapkan dukungan marketing semata… tanpa adanya pembenahan… yaaagh akan sulit mendongkrak penjualan… sekedar masukan sazaaaa …!!! Ciaooo 😀
Meskipun saya penggemar suzuki, tapi menyayangkan kalau suzuki akhirnya merilis produk seperti ini.Terus yg mau beli siapa? Menurut saya, untuk kelas matik, suzuki harus banyak belajar ke yamaha dan honda, terutama mengenai design.
Harusnya suzuki mulai konsen menggarap jenis maxi skutik. Sudah punya burgman kenapa tidak dimaksimalkan untuk market indonesia. Karena trend nya emang mengarah ke sana..
betul, seperti kemaren ngobrol dengan yudakusuma, kalau tanpa penambahan value, susah buat pasaran ini saat ini.. memang harga lebih murah bisa menarik sebagian calon konsumen, tapi kalau dukungan yang lain kurang optimal, mesti kurang menarik juga..